BPPTKG Sebut Gunung Merapi Masuki Fase Erupsi
Dari pemantauan BPPTKG, sejak semalam guguran lava pijar terus terjadi di Gunung Merapi. Hanik menuturkan jika material guguran ini berisi campuran material baru dan lama.
BPPTKG Yogyakarta terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Dari hasil pemantauan saat ini, BPPTKG Yogyakarta menilai Gunung Merapi telah masuk ke fase erupsi.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan bahwa pertanda Gunung Merapi telah masuk ke fase erupsi adalah keluarnya magma dari dalam yang ditandai munculnya titik api diam dan guguran lava pijar.
"Ini baru awal proses ekstrusi magma yang akan terjadi berdasarkan data seismik dan deformasi yang masih tinggi. Lava pijar telah muncul dari dasar Lava 1997. Ini mengindikasikan munculnya api diam dan lava pijar," ujar Hanik, Selasa (5/1).
Hanik merinci dari pemantauan BPPTKG, sejak semalam guguran lava pijar terus terjadi di Gunung Merapi. Hanik menuturkan jika material guguran ini berisi campuran material baru dan lama.
"Intensitas material guguran jadi suatu indikator magma menuju permukaan. Sejak semalam ini dari seismisitas ada 40 guguran. Ini (material) bercampur antara guguran material lama dan baru," urai Hanik.
"Keberadaan material baru itu ada di bibir kawah pada Lava 1997 sebelah barat daya, sehingga saat muncul langsung runtuh ke bawah. Di tengah kawah ada retakan. Jadi masih ada kemungkinan kubah lava muncul di tengah kawah," sambung Hanik.
Hanik menambahkan dari hasil pemantauan BPPTKG, pihaknya memprediksi seandainya terjadi erupsi Gunung Merapi tidak akan sebesar saat erupsi tahun 2010. Hanik pun memprediksi jika terjadi erupsi akan berbeda karakternya dengan erupsi tahun 2006.
Baca juga:
Guguran Lava Pijar Meluncur 3 km, Begini Kondisi Terkini Gunung Merapi
BPPTKG: Gunung Merapi Mengeluarkan Guguran Diduga Lava Pijar
Gunung Merapi Mengeluarkan Guguran Material Sejauh 1,5 Km
13 Wisata Gunung di Indonesia yang Jadi Tempat Favorit Pendakian
Ratusan Warga Lereng Merapi di Klaten Tinggalkan Pengungsian
Pemkab Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat Erupsi Merapi Hingga 31 Januari 2021