LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPOM merasa bersalah ada vaksin palsu, klaim sudah ketat mengawasi

BPOM mengaku juga telah berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk mencegah peredaran vaksin palsu.

2016-06-28 15:43:41
Vaksin palsu
Advertisement

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan POM Tengku Bahdar Johan Hamid mengaku ikut bersalah atas beredarnya vaksin palsu di masyarakat. Dirinya mengaku menyesal mengapa kasus ini sampai terjadi, padahal sejumlah mekanisme pengawasan yang sangat ketat telah dilakukan oleh pihaknya.

"Badan POM melakukan pengawasan yang lebih ketat pada vaksin daripada jenis obat lainnya. Setiap produksi harus diuji. Kalau vaksin impor, maka di setiap shipment harus kita cek melalui batch (bets) rilisnya," ujar Bahdar di Gedung PPOMN Badan POM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (28/6)

"Kemudian, di pengecekan post-market kita lakukan pengawasan sampling. Kami juga menjaga cara distribusi dan menjamin rantai dinginnya vaksin. Karena kalau tidak disimpan dingin, vaksin pasti akan rusak," katanya menambahkan.

Bahdar mengatakan, untuk menjaga dan mengawasi semua jalur distribusi vaksin di setiap sarana pelayanan kesehatan (saryankes) BPOM juga telah berkoordinasi dengan aparat berwenang.

"Pengawasan di jalur ilegal dilakukan dengan bekerjasama pihak kepolisian, sesuai kompetensi dan kewenang di bidang kriminal," ujarnya.

Melalui penelusuran pihaknya, Bahdar juga menjelaskan bahwa adanya penyebaran vaksin palsu ini dikarenakan sejumlah motif yang menjadi latar belakang dari peredaran dan jalur gelap distribusi ilegalnya.

Selain itu, adanya keterlibatan sejumlah pihak tak bertanggung jawab yang menjadi pemasok kemasan bekas pakai dari limbah-limbah medis rumah sakit dinilai juga menjadi salah satu penyebab maraknya peredaran vaksin palsu tersebut.

"Motifnya, karena ini murni kriminalitas, pastinya ada pelaku kriminal. Selain itu, adanya permintaan vaksin yang dipesan di luar program pemerintah dan adanya distributor freelance atau ilegal," ujar Bahdar.

"Terakhir, ada sarana pelayanan kesehatan yang memang menjadi penyuplai kemasan sisa bekas pakai dari limbah medis, untuk digunakan sebagai kemasan vaksin palsu tersebut," pungkasnya.

Baca juga:
BBPOM sebut Bandung bebas vaksin palsu
16 Tersangka kasus vaksin palsu berpengalaman di bidang obat-obatan
Bareskrim, IDI dan kemenkes bentuk satgas pemberantasan vaksin palsu
Vaksin palsu telah beredar di Jakarta, Banten, Jabar dan Medan
Badan POM bantah kecolongan soal vaksin palsu

Advertisement
(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.