BPBD Jember Tangani Batu Longsor Raksasa di Sukoreno, Akses Jalan Terganggu
BPBD Jember bersama tim gabungan berupaya menyingkirkan batu longsor berukuran raksasa yang menutup akses jalan antar-dusun di Desa Sukoreno. Penanganan batu longsor Jember ini diperkirakan memakan waktu lima hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan tim gabungan sedang berupaya menyingkirkan material batu longsor berukuran besar di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat.
Kejadian ini mengganggu akses jalan antar-dusun, menyebabkan kendaraan roda empat belum bisa melintas secara normal. Proses penanganan batu longsor Jember ini telah dimulai sejak Selasa (20/1) secara manual.
Longsor terjadi pada Jumat (16/1) akibat hujan deras yang menyebabkan ketidakstabilan struktur tanah tebing. Material longsor berupa tanah dan batuan raksasa menutup sebagian besar badan jalan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden bencana alam ini.
Upaya Penanganan Batu Longsor di Jember
Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo menjelaskan, akses jalan masih belum bisa dilewati kendaraan roda empat. Proses pemecahan batu longsor Jember ini masih berlangsung secara manual. Batu tersebut harus dipecah menjadi bagian lebih kecil agar mudah dievakuasi dengan alat berat.
Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah dilakukan untuk mendatangkan alat berat. Alat berat tersebut akan digunakan setelah batu besar itu dipecah menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah dipindahkan.
Pihak BPBD Jember memperkirakan waktu pemecahan batu besar ini memakan waktu sekitar lima hari dengan menggunakan alat manual. Pihaknya juga sudah memasang garis polisi agar tidak ada masyarakat mendekat ke tempat itu demi keamanan.
Dampak dan Kronologi Longsor Sukoreno
Longsor terjadi pada Jumat (16/1) di jalan Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Jember. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menjadi pemicu utama ketidakstabilan tanah tebing, menyebabkan material longsor.
Material longsor terdiri dari tanah dan batuan besar setinggi 5 meter, panjang 2 meter, dan lebar 1,2 meter. Batuan raksasa ini menutup separuh badan jalan desa, menghambat transportasi dan aktivitas warga.
Meskipun material tanah telah ditangani, penanganan batu longsor Jember yang berukuran raksasa memerlukan metode khusus. Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdampak signifikan pada mobilitas warga di area tersebut.
Imbauan Kewaspadaan Bencana di Jember
BPBD Jember terus memantau kondisi cuaca dan stabilitas tebing di lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat memicu pergerakan tanah lebih lanjut.
Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan atau sering melintasi jalur rawan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Kehati-hatian sangat diperlukan, khususnya saat hujan deras, untuk menghindari risiko bencana.
Edi Budi Susilo juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem dapat menyebabkan berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang dapat membahayakan.
Sumber: AntaraNews