LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPBD Jateng Pastikan 3 Kabupaten Terdampak Gunung Merapi Aman

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, Sabtu (5/1) siang turut memantau perkembangan Gunung Merapi yang berstatus waspada di Kabupaten Klaten. Ia memastikan 3 kabupaten terdampak Merapi yang mengeluarkan lava pijar semalam aman.

2019-01-05 19:42:00
Gunung Merapi
Advertisement

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, Sabtu (5/1) siang turut memantau perkembangan Gunung Merapi yang berstatus waspada di Kabupaten Klaten. Ia memastikan 3 kabupaten terdampak Merapi yang mengeluarkan lava pijar semalam aman. Ketiga kabupaten dimaksud adalah Boyolali, Klaten dan Magelang.

"Yang jelas masyarakat di 3 kabupaten aman terkendali. Kalau toh terjadi erupsi beberapa minggu kemarin itu sifatnya kecil dan malah menjadi tontonan masyarakat. Mereka sambil ronda sambil melihat (erupsi) gitu," ujar Sarwa.

Menurut dia, terjadinya hujan abu di Klaten dan Boyolali belum tentu akibat adanya erupsi Merapi. Kemungkinan lain bisa saja terjadi. Yakni akibat material Merapi yang tertiup angin kencang dan mengarah ke sejumlah desa. Apalagi area di sekitar puncak Merapi yang sangat terbuka.

Advertisement

"Dengan area sekitar Merapi yang terbuka dan tidak terhalang pepohonan tiupan anginnya kencang. Sehingga bukan semua abu yang jatuh ini karena dampak erupsi. Kemungkinan material tersapu angin dan menjadi hujan debu," katanya.

Sarwa menambahkan jika saja material di pucak Merapi sebanyak sekitar 400 ribu meter kubik tersebut longsor, tidak akan membahayakan jika tak diikuti awan panas. Jumlah tersebut juga belum cukup untuk memenuhi Kali Gendol yang beraliran ke Merapi. Namun apapun yang terjadi, belajar dari erupsi tahun 2010, Sarwa meminta masyarakat tetap waspada.

"Yang jelas bahwa Klaten, Magelang, Boyolali siap betul, masyarakatnya setiap malam ronda, ngopi bareng sambil bermain-main. Ini menjadi kearifan lokal yang bagus. Kalau bisa ya tetap pakai kentongan itu untuk mengumpulkan masyarakat," jelasnya.

Advertisement

Kentongan dinilai sebagai alat paling efektif untuk kode mengumpulkan masyarakat jika terjadi bencana, sebelum proses pengungsian. Apalagi jika terjadi gempa, bisa saja semua peralatan khususnya elektronik menjadi tidak berfungsi.

Sarwa kembali menegaskan jika terjadinya hujan abu akibat guguran lava Merapi belum membahayakan masyarakat. Apalagi dari hasil pemantauan yang dilakukan BPBD semua masih dalam batas normal. Dari hampir 147 peralatan deteksi yang dipasang tidak ada yang menunjukkan perubahan.

"Saya berharap masyarakat ikuti saja petunjuk-petunjuk dari BPBD, dari pak Camat, pak Kades dan juga forum Merapi, forum tematik termasuk tokoh-tokoh yang ada. Kalau mereka diperintah untuk ngungsi, ngungsi, kalau enggak, nggak usah terpancing," pungkas Sarwa.

Baca juga:
Merapi Keluarkan Lava Pijar, Masyarakat Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer
Merapi Keluarkan Lava Pijar, Sejumlah Desa di Klaten Terjadi Hujan Abu
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Kosongkan Radius 3 KM
Gunung Merapi Alami Aktivitas Kegempaan, Guguran Lava Pijar Meluncur Hingga 300 M
Guguran Lava Gunung Merapi Kembali Terjadi
Guguran Lava Gunung Merapi Bisa Jadi Daya Tarik Bagi Wisatawan

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.