LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPBD Jateng: Kantor Pemerintahan dan Tanaman Warga Tertutup Abu Gunung Merapi

Dia mengungkapkan saat ini status Gunung Merapi masih tetap sama pada siaga level III. Sejak Selasa malam terjadi hujan vulkanik mengguyur sejumlah desa dan kecamatan di Magelang diantaranya Secang, Tegalrejo, Kecamatan Sengi, Dukun dan Paten. Pihaknya sudah mengirimkan 10 ribu masker ke 4 kecamatan dan 13 desa.

2021-08-11 18:48:00
Gunung Merapi
Advertisement

Dampak awan panas guguran Gunung Merapi yang terjadi sejak Selasa (10/8) pukul 20.27 malam. Akibatnya sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Magelang tertutup abu vulkanik Gunung Merapi dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya.

"Ketebalan abu vulkanik bervariasi. Seperti di wilayah Tlogolele dan Selo ada hujan abu tipis. Semakin dekat dengan puncak Merapi tentunya makin tebal jadi membuat kantor pemerintahan, dan tanaman warga di area pegunungan tertutup abu. Hujan abu juga bergerak ke arah barat dan tenggara wilayah Klaten dan Sleman," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, M Syafrudin saat dikonfirmasi, Rabu (11/8).

Dia mengungkapkan saat ini status Gunung Merapi masih tetap sama pada siaga level III. Sejak Selasa malam terjadi hujan vulkanik mengguyur sejumlah desa dan kecamatan di Magelang diantaranya Secang, Tegalrejo, Kecamatan Sengi, Dukun dan Paten. Pihaknya sudah mengirimkan 10 ribu masker ke 4 kecamatan dan 13 desa.

Advertisement

"Rencana masker medis dan kain kita bagikan pada warga di desa desa yang terdampak hujan abu. Kita juga sudah mengerahkan personel tambahan ke Magelang," jelasnya.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan total sudah ada 19 desa dan 7 kecamatan yang terkena hujan abu tipis dari erupsi Merapi. Hujan abu vulkanik dipengaruhi oleh faktor angin. Selain itu juga adanya faktor meluasnya cakupan wilayah hujan abu yang awalnya hanya dilaporkan berdampak pada tujuh desa kemudian berkembang menjadi 19 desa.

"Luncuran awan berdampak pada hujan abu karena terbawa angin dan menyebar di berbagai desa," kata Edi Warsono.

Advertisement

Sejauh ini, kata Edi juga sudah melaporkan bahwa kondisi secara umum masih dalam keadaan aman dan terkendali. Pihaknya juga terus bersiaga selama 24 jam dan melakukan koordinasi bersama BPPTKG serta lintas unsur terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

"Pastikan agar mencari sumber informasi yang akurat dan jangan mudah percaya dengan kabar yang belum jelas kepastiannya. Tetap tenang dan waspada dengan tetap jalankan protokol kesehatan dengan baik. Jangan beraktivitas di luar jika tidak mendesak," tandasnya.

Baca juga:
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Hujan Abu Landa Sebagian Magelang
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 3 Km, Hujan Abu Guyur Desa di Magelang
Dampak Erupsi, Begini Kondisi di Lereng Merapi Setelah Hujan Abu
Empat Desa di Boyolali Alami Hujan Abu Tipis
Merapi Erupsi dan Hujan Abu, Warga Minta Tutup Penampungan Air

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.