Dampak Erupsi, Begini Kondisi di Lereng Merapi Setelah Hujan Abu
Merdeka.com - Pada Minggu (8/8), Gunung Merapi kembali mengalami erupsi guguran awan panas. Tercatat mulai pukul 02.00 hingga 08.00, salah satu gunung paling aktif di Indonesia itu meluncurkan awan panas hingga lima kali.
Luncuran awan panas dengan jarak terjauh terjadi pada pukul 04.58 yang mencapai 3.000 meter. Setelah luncuran awan panas ini, beberapa desa di lereng Gunung Merapi dilanda hujan abu tipis.
“Terjadi hujan abu dengan intensitas tipis di beberapa lokasi setelah kejadian awan panas ini,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dikutip dari ANTARA.
Lalu bagaimana kondisi desa-desa di lereng Merapi yang dilanda hujan abu itu? Berikut selengkapnya:
Hujan Abu di Magelang
Salah satu wilayah yang dilanda hujan abu itu berada di Kabupaten Magelang. Kepala BPBD Magelang, Edi Warsono, mengatakan, ada dua kecamatan yang terdampak hujan abu itu yaitu Kecamatan Dukun dan Sawangan.
Dia mengatakan, setidaknya ada tujuh desa di dua kecamatan itu yang dilanda hujan abu. Di Kecamatan Sawangan, ada Desa Kapuhan, Gantang, Jati, dan Krogowanan. Sementara di Kecamatan Dukun ada Desa Sengi, Paten, dan Krinjing.
Ismunanto, warga Desa Sengi, mengatakan bahwa hujan abu itu terjadi setelah Subuh hingga pukul 07.00. Walau begitu, hujan abu itu tidak menghalangi masyarakat untuk beraktivitas. Para petani di desa itu tetap pergi ke ladang seperti biasa.
Hujan Abu di Boyolali

©2020 antaranews.com
Di Kecamatan Selo, Boyolali, hujan abu tipis terjadi di empat desa. Keempat desa itu adalah Tlogolele, Klakah, Lencoh, dan Jrakah. Di desa Jrakah, hujan abu terjadi hingga pukul 11.00 dan mengguyur tanaman sayuran, tembakau, jalanan, dan genteng rumah. Walau begitu, hujan abu tersebut tidak menghalangi masyarakat untuk beraktivitas. Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Klakah, Marwoto. Terletak di sisi barat puncak Merapi, desa itu juga tak luput dari terjangan hujan abu. Walau begitu kondisi masyarakat di sana tetap aman terkendali. “Warga tetap tenang. Aktivitas ke ladang seperti biasa. Karena hujan abu hanya tipis dan tidak mempengaruhi aktivitas warga,” ungkap Marwoto.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya