Bos First Travel bingung soal temuan uang Rp 7 miliar oleh PPATK
Bos First Travel Andika Surachman mengaku bingung dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa dirinya memiliki rekening berisi uang Rp 7 miliar. Melalui pengacaranya, Deski, Andika menyatakan tidak tahu asal-usul uang itu.
Bos First Travel Andika Surachman mengaku bingung dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa dirinya memiliki rekening berisi uang Rp 7 miliar. Melalui pengacaranya, Deski, Andika menyatakan tidak tahu asal-usul uang itu.
"Kan kemarin PPTAK bilang ditemukan Rp 7 miliar ya, Pak Andika aja bingung dapat dari mana. Dia juga bilang enggak tahu dapat dari mana itu," kata Deski di Kantor Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).
Deski menambahkan, pihaknya akan melakukan penelusuran dengan menggandeng pihak kepolisian terkait temuan uang Rp 7 miliar tersebut. Dia menduga uang itu berasal dari kebocoran uang calon jemaah berupa pembayaran transportasi dan hotel.
"Jadi ini lagi ditelusuri, kami kuasa hukum bersama pihak kepolisian menelusuri ke mana ini bocornya uang. Misalnya ada pembocoran di pemberian tiket ganda. Misalnya berangkat hari ini tapi tiketnya besok, jadi terbakar itu. Yang kedua, Di hotel-hotel yang gagal diberangkatkan. Uangnya ke situ, nambah ke situ. Karyawan juga lagi diselidiki apa ada kebocoran di situ," tandasnya.
Sebelumnya PPATK telah melakukan penelusuran terhadap 50 rekening milik bos First Travel. Hasil penelusuran tersebut ternyata membuahkan hasil dengan ditemukannya uang sebanyak Rp 7 miliar. Hal itu menjadi fakta adanya penyimpangan dana calon jemaah umrah yang menjadi korban penipuan First Travel.
Baca juga:
OJK prediksi First Travel bakal dinyatakan bangkrut oleh pengadilan
Polri minta Kemenag buat aturan tegas untuk biro perjalanan umrah & haji
Polri telusuri aset bos First Travel di tempat lain
Data minim, Kabareskrim terus lacak aliran dana bos First Travel
Geledah kantor First Travel, Polresta Sidoarjo amankan dokumen
Operasional sembilan perusahaan milik bos First Travel dihentikan
PPATK berharap ada temuan baru soal First Travel