LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bos AirAsia tak merasa melanggar rute Surabaya-Singapura

"Tak elok menjawabnya, kami sedang berduka. Kami tidak merasa melakukan pelanggaran," ujarnya.

2015-01-05 14:17:16
AirAsia
Advertisement

Terhitung mulai 2 Januari 2015, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Sanksi ini diberikan lantaran maskapai asal Malaysia itu dinilai melakukan pelanggaran waktu operasional pada rute tersebut.

Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tertanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Namun AirAsia juga terbukti juga membuka layanan pada hari Minggu (28/12).

Pesawat QZ8501 berpenumpang 155 orang dan 7 awak, pada hari itu terbang dari Surabaya ke Singapura. Tak lama setelah lepas landas, pesawat ini diduga jatuh di sekitar Teluk Karimata, Pangkalanbun.

Salah satu bos maskapai penerbangan AirAsia Dato Kamarudin bin Meranum ketika dimintai komentarnya terkait pelanggaran tersebut, enggan memberikan jawaban. Ia berdalih saat ini sedang dalam suasana berkabung. Apalagi 5 kru AirAsia lainnya hingga saat ini belum diketahui nasibnya.

"Saat ini kami masih dalam suasana perkabungan, sehingga tidak elok memberikan pernyataan-pernyataan ‎yang bisa memancing polemik. Kita dalam suasana kedukaan yang mendalam akibat musibah ini. Biarlah ada pihak yang mengatakan begitu, tapi kami belum bisa memberikan komentar," ujar Kamarudin kepada wartawan di sela pemakaman jenazah Wismoyo Ari Prambudi, di TPU Ngasemrejo, Jetak Lor, Klaten, Senin (5/1).

Saat wartawan mencoba mendesaknya, Kamarudin kembali menolak untuk memberikan tanggapan. Ia menegaskan proses pencarian korban, termasuk awak kabin AirAsia ‎dan proses evakuasi korban jauh lebih penting dan mendesak untuk dibicarakan. Lebih lanjut Kamarudin mengatakan, ada 7 karyawan AirAsia menjadi korban jatuhnya pesawat. Dua diantaranya sudah ditemukan. Ia mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.

"Tak elok menjawabnya, kami sedang berduka. Kami tidak merasa melakukan pelanggaran, tapi tanyakan saja kepada yang mengatakan‎. Yang penting saat ini bagi kami adalah menemukan para korban dan menghormati suasana duka ini," tuturnya.

Saat ditanyakan mengenai santunan dan tanggung jawab maskapai terhadap awak kabin yang menjadi korban, ia mengaku akan bertanggung jawab. "Mereka itu keluarga kami, keluarga mereka juga keluarga kami, anak mereka juga anak kami. Jadi pendidikan anak-anak mereka harus kami jamin," tuturnya.

Baca juga:
Kapolri: Meski sisa tulang, korban AirAsia bisa diidentifikasi
Moeldoko siapkan 2 pesawat bawa keluarga AirAsia ke Pangkalanbun
Pilot AirAsia dirampok dan terluka di Medan
AirAsia: Mesin pesawat Surabaya-Bandung mati secara otomatis
Rute Surabaya-Singapura dibekukan, AirAsia sarankan via Jakarta
Tim penyelam Rusia pakai kantor kecamatan untuk markas

(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.