Bom Pasuruan, Bamsoet ingatkan BIN deteksi potensi radikalisme
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan keprihatinannya atas peristiwa ledakan bom di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7). Menurutnya, ledakan itu menjadi pengingat akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan keprihatinannya atas peristiwa ledakan bom di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7). Menurutnya, ledakan itu menjadi pengingat akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
"Menyatakan keprihatinan atas kejadian ledakan yang menyebabkan seorang anak terluka. Mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap setiap kejadian di lingkungannya dan segera melaporkan jika ada kegiatan yang mengarah kepada radikalisme," ujar Bambang.
Mantan ketua Komisi III DPR itu juga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror Polri untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap ledakan tersebut. "Sekaligus memburu terduga pelaku yang melarikan diri," ujarnya.
Bamsoet juga mengatakan, hal yang tak kalah penting dalam menghadapi ancaman terorisme adalah deteksi dini. Hal itu pula yang menuntut Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bekerja ekstra.
"Mendorong BIN untuk meningkatkan kewaspadaan di daerah yang menjadi tempat berkembangnya terorisme dan radikalisme," pungkasnya.
Baca juga:
Ada ledakan di Pasuruan, Menko Darmin yakinkan tak lunturkan kepercayaan dunia
Apindo yakin iklim investasi dan usaha nasional aman meski ada ledakan di Pasuruan
Selain anggota Polres Pasuruan, terduga pelaku juga menyerang Kapolsek Bangil
Polisi sita buku jihad dari rumah kontrakan terduga pelaku bom Pasuruan
Terduga pelaku sempat lempar bom ke anggota Polres Pasuruan
BNPT dalami jaringan teroris Surabaya terkait ledakan di Pasuruan