LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPT tak mau Indonesia jadi ladang terorisme

Terorisme adalah kejahatan luar biasa sehingga dituntut adanya sinergitas antar lembaga.

2015-03-03 18:38:52
Terorisme
Advertisement

Aksi terorisme pasca-Reformasi kerap terjadi di Indonesia. Sebut saja kasus Bom Bali I, Bom Bali II, dan sejumlah ledakan bom di kedutaan negara sahabat serta hotel.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tak mau Indonesia menjadi ladang bagi teroris untuk melancarkan aksi tak berprikemanusiaannya. Karenanya, BNPT kini fokus mengembangkan sistem dan penanggulangan terorisme untuk mewujudkan perdamaian di Indonesia.

"Program BNPT ini ditujukan untuk mendukung arah kebijakan nasional bidang politik hukum dan keamanan untuk mewujudkan stabilitas nasional yang mendukung pemantapan demokrasi, termasuk bentuk terorisme lokal dan internasional," ujar Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen (TNI) Agus Surya Bakti, Selasa (3/3).

Dia mengatakan, ledakan bom rakitan di ITC Depok beberapa waktu lalu adalah bentuk aksi teror yang nyata. Sebab, walau hanya letupan, bom rakitan yang dihubungkan dengan cairan kimia itu bisa berefek fatal karena mengeluarkan zat klorin yang beracun. Karenanya, pihaknya akan berusaha keras agar teror tak lagi kembali terjadi di tanah air.

"Kami terus kembangkan sistem penanggulangan terorisme agar masyarakat tak terusik karena aksi teror semacam ini. Kami tak mau Indonesia jadi ladang terorisme," kata Agus.

Menurutnya, terorisme lokal dan internasional membuat BNPT terus mengembangkan sistem dan metode penanggulangan terorisme secara efektif dalam program yang memadukan pencegahan, penindakan, serta pengembangan kerjasama internasional.

"Ini tantangan bagi BNPT, terutama menghadapi kelompok-kelompok radikal teroris yang memanfaatkan kondisi dalam negeri seperti kemiskinan, pendidikan yang belum merata, politik yang belum stabil, serta kebebasan berbicara dan informasi. Kelompok itulah yang menjadi fokus BNPT dalam penanggulangan teroris di Indonesia dalam lima tahun ke depan," katanya.

Untuk itu, lanjut Agus, program BNPT menekankan pada pemberian penguatan ketahanan masyarakat, deradikalisasi, dan mencegah dan mengurangi perekrutan anggota baru teroris di kalangan remaja, maka itu diperlukan sinergitas berbagai pihak dan lembaga.

"Terorisme adalah kejahatan luar biasa sehingga dituntut adanya sinergitas antar lembaga. BNPT yang punya kewenangan melakukan fungsi koordinasi juga bekerja keras mewujudkan sinergi agar program itu bisa berjalan dengan baik dan benar sehingga tujuan akhir menciptakan kedamaian di bumi Pertiwi, bisa terwujud," papar Agus.

Baca juga:
Menko Polhukam sebut agen perjalanan terlibat jaringan terorisme
Jokowi pesan ke TNI & Polri tingkatkan intelijen, cegah teroris
Polisi duga peneror Hotel Taman Sari di Jakbar jaringan teroris
Diteror bom militan Somalia, mal terbesar AS ini dijaga super ketat
Imam Al-Azhar sebut kebiasaan mengkafirkan orang lain picu terorisme
Buru teroris jaringan Santoso, polisi temukan bom & puluhan amunisi
Pelaku penembakan Denmark niatnya incar kartunis Nabi Muhammad

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.