LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPB: Hujan Buatan Hanya Basahi Bagian Atas Hutan Terbakar

Ketebalan gambut di lahan dan hutan yang kebakar, menurut Doni ada yang mencapai hingga puluhan meter. Tebalnya gambut ini membuat api begitu sukar dimatikan.

2019-10-09 00:32:00
Kebakaran Hutan
Advertisement

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hanya akan padam pada musim penghujan.

"Akan bisa padam pada musim hujan. Karena, dengan hujan buatan, waterboombing hanya membasahkan bagian atas. Sementara baranya ada yang sampai di kedalaman tujuh (meter) bahkan lebih," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (8/10).

Doni menyebutkan, hal itulah yang membuat BNPB merasa kesulitan dalam memadamkan karhutla yang berada di beberapa titik tersebut.

Advertisement

Doni menyebutkan, meskipun selama ini BNPB dengan beberapa pihak telah bersinergi memadamkan api, namun hanya tidak mengurangi hotspot api secara signifikan. Karena ia melihat, tatkala api dipadamkan, dalam beberapa hari akan kembali muncul lagi.

"Kenapa terjadi? Karena kedalam gambut kita ada yang lebih dari 10 meter, 20 meter. Bahkan ada beberapa tempat yang kedalamannya mencapai 36 meter," papar Doni.

Secara kodrati, menurut Doni gambut itu mudah terbakar. Karena gambut merupakan asal mula dari batubara. Jika kering, gambut itu seperti halnya batubara yang amat mudah terbakar dan baranya awet.

Advertisement

Bentuk Pokja

Karena sadar akan kesulitan untuk memadamkan karhutla, Doni menilai langkah paling paten untuk memadamkan karhutla ialah mencegahnya terjadi. Oleh sebab itu, pihaknya juga berencana untuk membentuk kelompok kerja (Pokja) pencegahan karhutla.

"Kita akan bentuk tim Pokja bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, TNI, Polri kemudian juga para akademisi, dunia usaha termasuk juga teman-teman di daerah dan juga teman-teman media," ungkap Doni di Kantor BNPB, Jakarta Timur.

Langkah itu, kata Doni juga sejalan dengan apa yang selama ini ditekankan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Jokowi, menurut Doni selama ini dalam pelbagai kesempatan kerap menekankan pentingnya pencegahan.

"Presiden dalam berbagai macam kesempatan pencegahan harus menjadi prioritas pencegahan harus dilakukan seoptimal mungkin. Karena pencegahan lebih baik dari penanggulangan," ujar Doni.

Tugas Pokja

Doni mengungkapkan, tugas Pokja ini kedepannya ialah guna memberikan masukkan kepada BNPB untuk melakukan pencegahan. "Tim Pokja memberikan masukkan lengkap tadi seperti yang disampaikan Pak Wisnu dari akademisi ada, dari perguruan tinggi dari dunia usaha pakar-pakar di berbagai bidang, pakar gambut pakar hukum ya semuanya," ungkapnya.

Ia mengharapkan hasil dari Pokja itu akan memberikan masukan yang optimal bagi pencegahan karhutla di kemudian hari. "Dan juga sebagai bahan mungkin dalam memperbaiki dan menyempurnakan beberapa peraturan yang ada," ia mengakhiri.

Reporter: Yopi Makdori

Baca juga:
Kebakaran Lahan di Kawah Putih Ciwidey Diprediksi Terus Meluas
BNPB Berencana Bentuk Pokja Cegah Karhutla
BNPB Ungkap Sulitnya Memadamkan Kebakaran di Lahan Gambut
Dirut PT SSS Riau Jadi Tersangka Kebakaran Hutan
Polri Ingin ada Pasukan dan Anggaran Khusus Atas Karhutla

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.