BMKG Ungkap Sesar Aktif Jadi Penyebab Gempa Kolaka Timur Magnitudo 2,8
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa Kolaka Timur berkekuatan M 2,8 disebabkan sesar aktif. Warga diimbau tetap waspada dan hanya percaya informasi resmi BMKG.
Wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diguncang gempa bumi tektonik pada Jumat pagi, 16 Januari 2026. Peristiwa ini terjadi tepatnya pada pukul 05.09 Wita, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera melakukan analisis terkait fenomena alam ini. Hasil awal menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki magnitudo 2,8, sebuah angka yang cukup signifikan untuk dirasakan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Lokasi episenter gempa berada di darat, 18 kilometer barat Kolaka Timur, dengan kedalaman yang relatif dangkal.
Detail Gempa dan Penyebabnya
Berdasarkan analisis terbaru dari BMKG, gempa bumi yang melanda Kolaka Timur memiliki parameter update dengan magnitudo 2,8. Informasi ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, kepada publik.
Episenter gempa bumi ini tercatat pada koordinat 4,03 Lintang Selatan (LS) dan 121,76 Bujur Timur (BT). Titik lokasi tepatnya berada di darat, sekitar 18 kilometer sebelah barat Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kedalaman hiposenter gempa sangat dangkal, hanya sekitar 3 kilometer dari permukaan tanah. Dengan karakteristik ini, BMKG mengidentifikasi gempa tersebut sebagai jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Dampak dan Kondisi Terkini
Estimasi peta guncangan atau shakemap yang dirilis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini menimbulkan guncangan di daerah Kolaka Timur. Intensitas guncangan mencapai skala III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak merasakan getaran seakan-akan ada truk besar yang melintas di dekat mereka. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan signifikan yang ditimbulkan akibat gempa bumi ini.
BMKG juga terus melakukan monitoring pasca-gempa untuk mendeteksi potensi gempa susulan. Hingga pukul 08.00 Wita, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan, memberikan sedikit kelegaan bagi warga setempat.
Imbauan dan Verifikasi Informasi
Menyikapi kejadian gempa bumi ini, BMKG mengimbau seluruh masyarakat Kolaka Timur dan sekitarnya untuk tetap tenang. Penting bagi warga untuk tidak panik dan selalu mencari informasi yang akurat dari sumber resmi.
Plt Kepala BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, secara khusus menekankan pentingnya memverifikasi setiap informasi yang beredar. Masyarakat diminta untuk memastikan bahwa setiap berita atau peringatan yang diterima bersumber langsung dari BMKG atau kanal-kanal yang telah terverifikasi.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan. BMKG berkomitmen untuk terus menyediakan data dan informasi terkini secara transparan dan akuntabel kepada publik.
Sumber: AntaraNews