BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akhir Januari, 4 Kecamatan di Makassar Rawan Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar M Fadli Tahar mengatakan curah hujan pada tahun 2026 ini tidak separah awal tahun 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar memprediksi cuaca ekstrem khususnya curah hujan sangat tinggi di Kota Makassar pada akhir Januari dan awal Februari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyebut empat kecamatan rawan terjadi bencana banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar M Fadli Tahar mengatakan curah hujan pada tahun 2026 ini tidak separah awal tahun 2025. Meski demikian, Fadli menegaskan tidak bisa santai dan siap siaga mengantisipasi terjadinya bencana, khususnya banjir.
"Kita waspadai dalam hal ini adalah sesudah informasi dari BMKG tadi. Informasi BMKG tadi ya bisa jadi ada kemungkinan besar peluangnya adanya curah hujan yang cukup tinggi yaitu di angka diprediksi tadi 500 mm untuk bulan 1-2 (Januari-Februari)," ujarnya kepada wartawan di Kantor BPBD Makassar, Rabu (14/1).
Memasang Early Warning System (EWS) di Tiga sungai
Fadli menyebut ada empat kecamatan yang langganan terjadi bencana banjir saat curah hujan sangat tinggi. Empat kecamatan tersebut yakni Biringkanaya, Panakukkang, Manggala, dan Tamalanrea.
"Kita takutkan ini akan berulang di sisa waktu Januari-Februari ini (bencana banjir) akan berulang," ungkapnya.
Salah satu persiapan BPBD Makassar yakni memasang Early Warning System (EWS) di tiga sungai. Fadli menyebut Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga sudah mengingatkan soal kesiapsiagaan dan pencegahan bencana.
"Banjir ini jadi masalah setiap tahun yang tidak terpecahkan. Jadi kami sebagai pemerintah, sesuai arahan Pak Wali Kota, bagaimana kita bersiap, sehingga meminimalkan korban baik material maupun korban jiwa," ucapnya.
Gerakan Monsun Asia
Sementara Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil memprediksi curah hujan tinggi akan terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari 2026. Ia mengungkapkan selama Januari 2026 curah hujan sudah 183 mm.
"Masih ada potensi curah hujan di antara 500 mm lebih yang akan terjadi di wilayah Kota Makassar di bulan Januari dan Februari," tuturnya.
Adil menjelaskan potensi curah hujan tinggi pada akhir Januari dan awal Februari 2025 terjadi karena adanya gerakan monsun Asia. Selain itu, adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga menjadi indikator akan meningkatan curah hujan di Kota Makassar.
"Nah, potensi yang akan kita alami nantinya itu berada pada posisi minggu terakhir Januari atau awal Februari. Ini adalah waktu-waktu antisipasi dan memperkuat mitigasinya," tegasnya.
Adil berharap dengan adanya kolaborasi dengan stakeholder, khususnya BPBD bisa memperkuat mitigasi menghadapi bencana.