BMKG Nilai Banyak Hotel di Pesisir Banten Belum Paham Mitigasi Bencana
Rata-rata tempat jasa penginapan wisatawan belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bencana, Seperti bencana tsunami, gempa bumi sampai gunung meletus.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menilai sejumlah manajemen penginapan dan perhotel di pesisir pantai Banten belum paham mitigasi bencana. Rata-rata tempat jasa penginapan wisatawan belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bencana, Seperti bencana tsunami, gempa bumi sampai gunung meletus.
Mitigasi bencana sangat penting, sebagai upaya mengurangi korban luka dan korban jiwa, akibat bencana alam yang tak bisa dihindari.
"saya belum melihat secara detil ke sana, seharusnya semua hotel bisa mendapat arahan dari BPBD, sosialisasi prosedur evakuasi bencana mengurangi korban," kata Staf bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat Admiral Musa Julius di Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (01/01).
BMKG menyampaikan idealnya kondisi hotel harus ada titik evakuasi, baik lapangan yang luas dan aman. Bisa juga lemari kamar hotel saling mengait Dengan tembok, sampai lampu gantung hotel dibuat sederhana dan ringan, sehingga mengurangi risiko korban jiwa jika jatuh menimpa pegawai ataupun konsumen.
Lalu ada ruangan di bangunan hotel, yang bisa digunakan sebagai tempat berlindung jika ada gelombang tsunami menerjang pesisir Banten.
"Jadi banyak juga hotel yamg belum mempunyai rencana evakuasi seperti titik kumpul, rambu keselamatan, rute evakuasi dan sebagainya," ujarnya.
Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga atau Level III. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jarak 500 meter dari pantai.
Bahkan banyak hotel wilayah Anyer, Carita, Labuan sampai Tanjung Lesung, lokasinya tepat berada di bibir pantai. Seharusnya, bangunan berada 100 meter dari bibir pantai.
Alasan itu lah, BMKG melakukan sosialisasi dan pengertian motivasi bencana ke Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, yang hotelnya lebih banyak berada di pesisir Banten.
Terlebih, pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu, pesisir Banten diterjang gelombang tsunami dan menewaskan lebih dari 400 jiwa, ribuan orang luka-luka dan pilihan ribu orang mengungsi.
"Pertemuan kami dengan PHRI, memberikan sosialisas mitigasi tsunami. Misalkan, hotel itu bisa menjadi lokasi evakuasi vertikal," terangnya.
Baca juga:
Pasca Tsunami, Keterisian Hotel di Banten Anjlok di Malam Tahun Baru 2019
Presiden Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Lampung
Malam Tahun Baru, Anies Ajak Doakan Korban Musibah di Banten, NTB, dan Sulteng
Warga Carita Merayakan Malam Pergantian Tahun di Tempat Pengungsian
Usai Diterjang Tsunami, Pantai Wilayah Banten Diprediksi Sepi Saat Pergantian Tahun
Mensos Agus Gumiwang Jelaskan Upaya Kemensos Bantu Korban Tsunami Banten