BK DPRD Semarang Telusuri Laporan Dugaan Anggota DPRD ke Spa saat Jam Kerja
BK DPRD Semarang telah mendapat informasi adanya laporan yang masuk, meski surat aduan tersebut belum diterimanya secara langsung.
Viral video di media sosial (medsos) memperlihatkan seorang anggota DPRD Kota Semarang berinisial YY yang diduga kepergok istrinya berada di sebuah tempat spa di kawasan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Jawa Tengah.
Kabar yang diunggah dalam akun Instagram @fraksikegelapan menyebut adanya dugaan anggota DPRD Kota Semarang berada di tempat spa yang disebut memiliki layanan plus-plus pada 26 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Unggahan itu juga menyinggung dugaan YY berada di lokasi tersebut saat jam kerja dan menyebut adanya insiden ketika dirinya didatangi sang istri yang sedang hamil besar.
Kepergoknya anggota DPRD Kota Semarang yang diduga di sebuah tempat pijat plus-plus mendapat reaksi masyarakat melalui unggahan tersebut. Bahkan, ada warganet menyebut bahwa Y diduga memiliki rekam jejak tingkah laku seperti viral di media sosial.
Penjelasan DPRD Semarang
Ketua BK DPRD Kota Semarang, Giyanto, mengaku telah menerima informasi terkait dugaan tersebut yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menyebut, pihaknya juga telah mendapat informasi adanya laporan yang masuk, meski surat aduan tersebut belum diterimanya secara langsung.
“Katanya sudah ada surat aduan masuk, tetapi belum sampai ke tangan saya surat aduannya. Coba besok kita cek,” kata Ketua BK DPRD Kota Semarang, Giyanto, Senin (29/6).
Persoalan antara YY dan istrinya merupakan ranah privasi keluarga. Namun karena menyangkut anggota DPR tidak ada hubungannya dengan mengatur persoalan rumah tangga anggota dewan.
Sedangkan aturan kode etik lebih berkaitan dengan perilaku anggota DPRD dalam menjalankan tugas, hubungan kelembagaan dengan pemerintah, hingga etika di tengah masyarakat.
“Itu kan masalah keluarga. Tapi kalau ada pengaduan, kita akan lihat dulu aduannya seperti apa,” ujarnya.
Apabila surat aduan tersebut telah diterima, BK DPRD Kota Semarang akan memanggil pihak pengadu maupun anggota dewan yang dilaporkan untuk dimintai klarifikasi.
"Jadi kalau memang sudah ada surat aduan, yang mengadu akan kita panggil, aduannya apa. Kemudian anggota dewan yang diadukan juga kita undang untuk membicarakan permasalahannya,” jelasnya.
Ranah BK DPRD lebih berkaitan dengan aktivitas kedewanan, seperti kedisiplinan, kehadiran rapat, serta pelaksanaan tugas sebagai anggota legislatif. Sementara persoalan pribadi atau rumah tangga perlu dilihat berdasarkan hasil klarifikasi.
“Kalau di kode etik berkaitan dengan kegiatan keanggotaan dewan, ya di BK itu. Jadi tidak masuk ke rapat, kedisiplinan, dan sebagainya. Untuk yang berkaitan dengan rumah tangga seperti apa, nanti juga akan kita klarifikasi,” ujarnya.
Saat disinggung mengenai dugaan keberadaan YY berada di tempat spa tersebut pada jam kerja, pihaknya menjelaskan bahwa aktivitas anggota DPRD tidak dapat disamakan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus selalu berada di kantor selama jam kerja.
“Anggota dewan itu tidak bisa disamakan dengan ASN yang harus selalu berada di kantor dari jam 8 sampai jam 4 sore. Kalau ada tugas ke lapangan, bertemu masyarakat, atau melakukan kunjungan kerja, itu memang bagian dari tugas,” jelasnya.
Sebagai contoh, anggota Komisi B yang membidangi sejumlah urusan, termasuk sektor pajak, dapat melakukan pengecekan maupun koordinasi langsung di lapangan sebagai bagian dari tugas kedewanan. Informasi yang beredar di media sosial belum dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan.
Pihaknya tidak ingin berspekulasi terlalu jauh sebelum melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
“Jadi kita mau tanya nanti seperti apa. Kita tidak mau terlalu jauh. Apa yang dituduhkan nanti akan diklarifikasi. Otomatis dewan juga punya hak untuk membela diri,” ujarnya.
Nanti, pihaknya yang berasal dari Komisi A akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD maupun Ketua Komisi B apabila berkaitan dengan aspek kinerja anggota dewan.
“Kalau masalah kinerja, nanti ranahnya ke Ketua Komisi B. Saya juga akan tanya ke sana,” ujarnya.
Viral di Media Sosial
Diberitakan sebelumnya, dugaan seorang anggota DPRD Kota Semarang berinial YY yang berada di sebuah tempat spa saat jam kerja menjadi perbincangan di media sosial.
Informasi yang dihimpun menyebut, sosok berinisial YY merupakan anggota Komisi B DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah spa di Jalan Siliwangi, Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dugaan itu bermula ketika istri YY merasa curiga lantaran keberadaan suaminya dinilai tidak sesuai dengan alasan berpamitan untuk bekerja. Bersama ibunya, ia kemudian mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan Yosi.
Saat itu, istri YY disebut tengah mengandung dengan usia kehamilan sembilan bulan.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah diunggah akun Instagram @fraksikegelapan. Dalam unggahannya, akun tersebut menyindir sosok berinisial YY yang disebut sebagai anggota DPRD Kota Semarang.
“Gelar akademik yang mentereng di belakang nama, SE, M.Sos, serta predikat sebagai ‘Wakil Rakyat Yang Terhormat,’ rupanya tidak selalu berbanding lurus dengan keluhuran etika dan adab di dunia nyata,” tulis akun @fraksikegelapan, Selasa (23/6/2026).
Akun tersebut kemudian menarasikan bahwa YY berpamitan kepada istrinya untuk bekerja, namun diduga justru mendatangi sebuah spa yang disebut menyediakan layanan plus-plus di Jalan Siliwangi saat jam kerja.
“Pagi harinya, dengan penuh wibawa ia berpamitan kepada sang istri dengan alibi heroik: ‘mau ngantor’ untuk menjalankan tugas negara. Namun, entah setan apa yang membisiki atau GPS mana yang ia gunakan, rute perjalanan dinasnya malah nyasar ke Spa Plus2 yang berlokasi di Jl. Siliwangi,” lanjut unggahan akun tersebut.
Unggahan itu juga mengklaim YY sempat memberikan penjelasan saat didatangi istrinya di lokasi.
“Saya hanya pijat capek kog. tidak yg plus2,” tulis @fraksikegelapan.
Selain itu, akun tersebut menyebut istri YY yang tengah hamil sembilan bulan mendatangi lokasi bersama ibunya. Menurut narasi unggahan, peristiwa itu terjadi ketika YY masih berada di dalam tempat spa.
“Sepandai-pandainya wakil rakyat bersandiwara, insting seorang istri ternyata lebih tajam dari kecerdasan mana pun,” lanjut akun tersebut.
Akan tetapi, unggahan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Beberapa di antaranya menyinggung dugaan rekam jejak YY.
“Waduh, ternyata belum sembuh juga toh. Payah, payah,” tulis akun Instagram @retno_riyanto.
“@retno_riyanto loh emang rekam jejaknya memang parah ya?,” komentar akun @herumbahpoer.
“@herumbahpoer parah banget. Memang penjahat kelamin.”