Bisnis parkir cinta di kubangan lendir Dolly
Banyak warga menolak Dolly ditutup karena menggantungkan hidup dari lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu.
Gang Dolly dan Jarak memang bukan sekadar lokalisasi. Lokalisasi kesohor ini juga telah membuat warga sekitar ikut 'menikmati' cipratan rupiah. Tak ayal banyak warga sekitar menolak lokalisasi ini ditutup.
Di Gang Dolly dan Jarak, tidak semua rumah menjadi etalase prostitusi, ada yang buka kedai makanan, laundry, bengkel, konter pulsa juga lahan parkir. Bahkan di salah satu rumah di pertigaan Gang Dolly diberi tulisan besar 'Parkir Cinta'.
"Kan orang kalau mau bercinta bisa parkirkan motornya di situ. Makanya sama yang punya rumah dikasih nama itu (Parkir Cinta)," ujar Bandrio, warga Gang Dolly kepada merdeka.com, Senin (16/6).
Tidak hanya satu-dua, puluhan rumah di sekitar kawasan lokalisasi memilih jadi tempat penitipan motor dan mobil. Teras dan halaman disulap jadi tempat parkir bahkan tidak sedikit hingga ruang tengah juga disulap bak showroom motor dadakan.
Untuk tarif sendiri sudah ada kesepakatan bersama. Untuk sepeda motor ditarif Rp 5 ribu dan mobil 25 ribu sekali parkir atau bercinta.
"Lah kalau malam, satu teras rumah saja bisa muat 10 sampai 15 motor, tinggal dikali Rp 5 ribu. Itupun datang dan pergi, semalam bisa puluhan motor parkir di teras rumah ini, sudah berapa ratus ribu kan?" terangnya.
Selain bisnis parkir, banyak rumah yang disewakan untuk kos. Kos tersebut berisi PSK-PSK dan hanya ditempati saat pagi hingga malam menjemput.
Meski bekerja di wisma-wisma elatase, tidak semua tempat menyediakan tempat tinggal bagi para PSK. Ada yang hanya menjadikan wisma sebagai tempat ngesek saja.
"Ya begitulah banyak yang menolak karena warga di sini bisa dikatakan dihidupin dari prostitusi ini. Meski kadang mereka bukan pelaku langsung, tetapi warga ikut mendapat rezeki dari situ, ya jual makanan, minuman, parkir, dan sebagainya," imbuh Bandrio.
"Banyak yang ngekos di sini Jalan Kupang situ atau di Jalan Jarak belakang. Pagi mereka pulang, malam balik lagi ke wisma melayani tamu. Nah penyewaan itu juga bisnis bagi warga sekitar sini," terangnya.
Baca juga:
Gedung multifungsi berlantai enam siap mengubah wajah Dolly
Kisah pelaut ketinggalan kapal setelah 'tempur' dengan PSK Dolly
Ini kondisi Dolly dan Jarak, dua hari sebelum ditutup
Sejarah bisnis prostitusi Tante Dolly dimulai dari Cemoro Sewu
Rambak biawak, cemilan penambah stamina khas Gang Dolly