Ini kondisi Dolly dan Jarak, dua hari sebelum ditutup
Merdeka.com - Dua hari lagi Lokalisasi Gang Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan itu bakal ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sejak beberapa minggu ini, rencana penutupan itu memang tengah memanas di Kota Pahlawan. Banyak yang mendukung, tapi tidak sedikit yang menolak.
Berbagai macam demonstrasi mendukung dan penolakan sudah banyak digelar di Surabaya. Tapi sejauh ini belum ada rencana menunda penutupan oleh Pemkot Surabaya. Bagaimana kondisi Dolly dan Jarak dua hari ini menjelang penutupan? Berikut ini pantauan merdeka.com di lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara itu:
Bendera setengah tiang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAda pemandangan berbeda hari ini di Gang Dolly. Begitu memasuki kawasan gang yang terkenal itu, deretan bendera setengah tiang terpasang berjejer di setiap rumah. Pemasangan bendera setengah tiang itu terkait dengan rencana penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini."Dipasang sejak pagi oleh warga. Ini sebagai aksi protes penutupan Gang Dolly," ujar Wahyu, salah seorang warga kepada merdeka.com di Gang Dolly, Senin (16/6).Menurut Wahyu, warga menolak penutupan lokalisasi karena Pemkot Surabaya tidak bisa memberikan kesejahteraan bagi warga Dolly pasca-alih fungsi.
Mahasiswa ITS dan Unair minta Risma jangan asal tutup Dolly
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDua hari lagi komplek lokalisasi terbesar se Asia Tenggara, Gang Dolly dan Jarak ditutup oleh Pemkot Surabaya, Jawa Timur. Deklarasi penutupan lokalisasi yang terletak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan itu, dilakukan di Gedung Islamic Center Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.Berbagai dukungan atas kebijakan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terus digelontorkan. Setelah ulama, tokoh masyarakat hingga Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, kini dukungan datang dari kelompok mahasiswa.Untuk mengapresiasi kebijakan Risma itu, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair), menggelar aksi simpatik di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Senin (16/6) siang.Dalam orasinya, mereka mengatakan sangat mendukung kebijakan Wali Kota Surabaya yang dijuluki Singa Betina itu. Namun, Pemkot Surabaya tetap harus memperhatikan dampak sosial dari penutupan tanggal 18 Juni nanti."Kita tidak ingin ada generasi-generasi baru di Surabaya yang menjadi pelacur. Untuk itu, pemerintah harus memperhatikan dampak dari penutupan tersebut," kata salah seorang orator.
2 Hari jelang penutupan, PSK Dolly masih menggoda
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDua hari lagi lokalisasi Gang Dolly dan Jarak bakal ditutup oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Namun hingga ini Gang Dolly masih menggeliat. Tak ada yang berubah selain bertebarnya sepanduk berisi penolakan di lokalisasi terbesar se Asia Tenggara ini. Bahkan siang ini, pantauan merdeka.com, seperti biasanya para PSK Dolly masih menggoda pejalan kaki yang melintas. "Mampir Mas. Masih segar nih," ujar beberapa PSK di kedai cinta kepada pejalan kaki yang melintas, Senin (16/6).Hal serupa juga dilakukan oleh para mucikari. Mereka duduk di kursi kayu depan wisma. Setiap pengendara motor pun digoda agar mampir ke wisma yang dicalokannya."Mampir Mas. Anyar-anyar (baru-baru PSK-nya). Ayo ndelok sik wae (ayo lihat dulu saja), urusan cocok setelah lihat," ujar seorang pria menawarkan PSK dalam wisma yang yang masih masih setengah tutup.
Gedung multifungsi berlantai enam siap ubah wajah Dolly
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDua hari lagi Gang Dolly hampir dipastikan ditutup oleh Pemkot Surabaya, Jawa Timur. Setelah itu, konsep seperti apa yang dirancang Pemkot Surabaya? Ini yang masih menjadi pertanyaan besarnya. Sebab, lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara bernama Dolly dan Jarak, selama ini menjadi tumpuan perekonomian warga sekitar.Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengaku telah menyiapkan konsep baru yang akan merubah wajah kawasan prostitusi yang berada di Kelurahan putat Jaya, Kecamatan Sawahan tersebut.Bangunan setinggi enam lantai tengah disiapkan untuk berbagai keperluan warga di eks-lokalisasi, yang didirikan Nonik Belanda, Tante Dolly itu. Gedung yang rencananya digunakan sebagai bangunan multi fungsi itu, di lantai satu akan dijadikan area sentra perdagangan, khusus PKL.Kemudian, untuk lantai dua dijadikan sebagai tempat aneka jajanan tradisional khas Suroboyoan dan aneka makanan kering, di lantai tiga dan empat, khusus untuk perpustakaan dan komputer. Selanjutnya, di lantai lima berfungsi sebagai taman bermain anak serta Balai RW di lantai enamnya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya