LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BIN: Harga diri, wajar Filipina tolak bantuan TNI bebaskan sandera

Apabila penyanderaan terjadi di Indonesia, maka Indonesia pasti akan menolak bantuan dari negara lain.

2016-03-31 14:43:57
WNI disandera Abu Sayyaf
Advertisement

Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) menolak TNI turun tangan dalam upaya pembebasan 10 awak kapal tunda yang disandera kelompok garis keras Abu Sayyaf. Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso melihat penolakan itu lebih disebabkan faktor harga diri jika TNI ikut terjun membebaskan sandera.

"Ya memang mereka harga diri, reputasi jadi pertimbangan segala macam," kata Sutiyoso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/3).

Sutiyoso memandang penolakan dari Filipina sebagai hal wajar. Dia mencontohkan apabila penyanderaan terjadi di Indonesia, maka Indonesia pasti akan menolak bantuan dari negara lain.

Advertisement

"Kita juga kalau ada penyanderaan di sini akan kita selesaikan sendiri," katanya.

Seperti diketahui, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) meyakini operasi pembebasan sandera asal Indonesia yang kini ditawan militan Abu Sayyaf, masih bisa mereka tangani sendiri. Dengan begitu, tawaran bantuan militer Indonesia yang sekarang sudah menyiagakan armada tempur di Tarakan serta Bitung, ditolak secara halus, seperti dilansir inquirer.net.

Militer Filipina memiliki prinsip tersendiri, sehingga sulit mengizinkan pasukan asing terlibat dalam pembebasan sandera itu. "Berdasarkan konstitusi, negara kami tidak mengizinkan adanya pasukan asing tanpa perjanjian khusus," kata juru bicara AFP, Brigadir Jenderal Restituto Padilla.

Advertisement

Pandangan serupa juga disuarakan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Sebagai dua bangsa bersahabat, Indonesia tak bisa begitu saja mencampuri yuridiksi Filipina dalam menangani kasus penculikan semacam ini.

"Kecuali mereka meminta bantuan, baru kita ikut masuk," ujarnya.

Padilla mengakui pembicaraan serta koordinasi tingkat tinggi antara pemerintah Filipina dan Indonesia tentang metode serta strategi pembebasan sandera masih berlangsung.

Sejauh ini, pihaknya berupaya meyakinkan TNI bahwa AFP sendirian sudah mampu mengamankan para WNI tersebut yang disekap Abu Sayyaf kemungkinan di sebuah pulau kosong dekat Kepulauan Sulu.

Baca juga:
BIN ketahui lokasi WNI yang disandera, ada WN Kanada & Belanda juga
Tentara Filipina menduga 10 WNI disekap Abu Sayyaf di Tawi-Tawi
Filipina tolak TNI ikut bebaskan WNI disandera Abu Sayyaf
Menlu Retno dapat info kondisi terkini 10 WNI disandera Abu Sayyaf
Abu Sayyaf minta uang tebusan WN Kanada lebih mahal dari WNI

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.