LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Biang Kerok Jalan Rusak di Daerah, Faktor Alam atau Konstruksi Asal-asalan?

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 melaporkan kerusakan jalan di Indonesia mencapai 32 persen atau sekitar 174.298 kilometer. Khususnya wilayah kabupaten/kota mencapai sekitar 17% dari total kerusakan secara keseluruhan.

2023-05-12 14:53:48
Jalan Rusak
Advertisement

Jalan rusak di pelbagai daerah Indonesia belakangan mencuri perhatian publik. Salah satu jalan rusak di Provinsi Lampung hingga menyita perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek langsung ke daerah tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 melaporkan kerusakan jalan di Indonesia mencapai 32 persen atau sekitar 174.298 kilometer. Khususnya wilayah kabupaten/kota mencapai sekitar 17% dari total kerusakan secara keseluruhan.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan, pelbagai dapat menyebabkan kerusakan jalan di daerah. Salah satunya beban jalan terlampau besar dari jumlah anggaran daerah tersebut.

Advertisement

"Alasan di balik jalan rusak di daerah, seperti kabupaten dan kota dikarenakan beban jalan yang terlampau besar padahal ukuran jalan terbilang kecil. Belum lagi, dengan sistem drainase yang belum optimal," ujar Yayat saat dihubungi merdeka.com, Jum'at (12/5).

Pemeliharaan

Bukan hanya yang belum optimal, menurut Yayat, ternyata tidak semua wilayah kabupaten dan kota dilengkapi sistem drainase. Alhasil setiap hujan turun menyebabkan genangan air yang perlahan mengikis permukaan jalan dan menyebabkan kerusakan.

Advertisement

"Genangan air di jalan itu ibaratkan musuh utama jalanan. Anggaran pemeliharaan pun kurang. Sudah umur teknis jalan yang pendek, pemeliharaan pun rendah jadi jalanan lebih cepat rusak," ujar dia.

Pemeliharaan jalan yang rusak juga harus disesuaikan dengan struktur tanah jalanan di daerah. Yayat mengatakan bahwa beberapa daerah memiliki struktur tanah aluvial yang mudah lembek sehingga mempercepat proses kerusakan jalan.

"Proses pengerasan jalan juga perlu diperhatikan. Jangan asal pengerasan saja, tetapi juga ditinjau secara teknis. Apakah sudah sesuai atau belum," pungkasnya.

Reporter Magang: Alya Nurfakhira Zahra

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.