BI temukan uang palsu di Bangka Belitung
Menurut Tantan, temuan uang palsu tersebut dicatat secara rinci agar aparat kepolisian mudah melacak jaringan peredaran uang tersebut. Jika masih satu atau dua yang beredar di wilayah belum dikhawatirkan, beda jika lebih 10 lembar tentu akan ditindak.
Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung menemukan 33 lembar uang palsu yang beredar di daerah itu selama periode Januari hingga April 2018.
"Jumlah uang palsu yang kita temukan di Babel relatif rendah di banding provinsi lainnya. Jumlah tersebut sama dengan tahun lalu pada periode yang sama juga," kata Kepala BI Perwakilan Babel, Tantan Heroika seperti dilansir dari Antara, Senin (16/7).
Ke-33 lembar uang palsu tersebut terdiri atas pecahan Rp 100 ribu 18 lembar, Rp 50 ribu 14 lembar dan Rp 20 ribu hanya satu lembar. Uang tersebut berasal dari laporan masyarakat yang diterima perbankan.
"Dari masyarakat perbankan menerima uang palsu itu. Setelah di catat nomor serie dan identitas pengguna uang palsu tersebut, perbankan melaporkan ke BI dan uang tersebut diracik atau dihancurkan oleh BI," jelasnya.
Menurut Tantan, temuan uang palsu tersebut dicatat secara rinci agar aparat kepolisian mudah melacak jaringan peredaran uang tersebut. Jika masih satu atau dua yang beredar di wilayah belum dikhawatirkan, beda jika lebih 10 lembar tentu akan ditindak.
Perlu teknologi luar biasa meniru uang asli karena uang asli atau palsu dapat juga dibedakan oleh penderita tuna netra. Masyarakat yang tidak berkemampuan melihat bisa membedakan pecahan uang.
"Bank Indonesia terus memperbarui emisi uang buat mengantisipasi lonjakan uang palsu. Terutama, ciri-ciri keaslian yang diperbarui secara canggih dan tidak mudah dipalsukan," tutupnya.
Baca juga:
Polisi tangkap 4 sekawan pengedar uang palsu di Solok
Bayar PSK pakai uang palsu, ASN diamankan polisi
BI sebut tidak ada uang palsu yang ditemukan selama periode Lebaran 2018
3 Pengedar uang palsu di Tangerang dibekuk polisi
BI belum terima laporan peredaran uang palsu selama Ramadan 2018
Peredaran uang palsu di Jawa Tengah didominasi pecahan Rp 100.000