LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bharada E Pastikan Brigadir J Tak Gendong Putri di Magelang, Ini Cerita Sebenarnya

Kejadian sebenarnya, Brigadir J hendak mengangkat Putri. Namun, Putri menolak.

2022-12-13 10:58:44
Bharada Eliezer
Advertisement

Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E menjelaskan momen saat Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hendak mencoba mengangkat Putri Candrawathi ketika berada di rumah pribadi Magelang, Jawa Tengah.

Keterangan itu disampaikan Bharada E ketika hadir sebagai saksi mahkota dalam sidang pembunuhan berencana Brigadir J, dengan terdakwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo di PN Jakarta Selatan, Selasa (13/12).

Mantan ajudan Ferdy Sambo itu terlihat dengan tenang menjelaskan kronologi yang diketahuinya ihwal peristiwa di Magelang, ketika ditanya oleh Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso.

Advertisement

"Saudara Putri sedang terbaring?" tanya Wahyu.

"Belum melihat," kata Bharada E.

"Saudara ada di mana?" tanya hakim kembali.

Advertisement

"Di samping yang mulia," jawab Bharada E

"Saudara dipanggil oleh korban, kemudian?" ujar hakim memastikan.

"Terus saya tanya kenapa bang (Brigadir J), Chad bantu abang angkat ibu ke lantai dua. Kami berdua masuk yang mulia. Sampai di ruang tamu ada Susi, saya lihat ada Susi dan Kuat," jelas Bharada E.

Tanpa gugup, Bharada E menjabarkan momen di saat Brigadir J hendak mengangkat istri Ferdy Sambo tersebut. Ketika itu dia diminta tolong oleh Brigadir J namun ditolak oleh Putri.

"Lagi berdiri dekat ibu, baru ada sofa saya lihat ibu berbaring di sofa. Terus Bang Yos bilang 'ayo Chad bantu'. Bang Yos sudah di samping ibu, ayo Chad bantu ngangkat," kata Bharada E.

"Waktu itu saya melihat ibu (Putri), ibu menggerakkan tangan ke saya, langsung mengartikan wah kayaknya ibu tidak mau diangkat. Jadi saya mundur. Baru saya melihat almarhum (Brigadir J) memang mau angkat ibu tapi ditepis sama ibu," tambah dia.

Mendengar keterangan Bharada E soal penolakan yang dilakukan Putri, Hakim Ketua Wahyu sontak mencecar ihwal kejadian tersebut guna mendalami maksud dari momen mengangkat Putri yang terjadi pada 4 Juli 2022 lalu.

"Apakah karena melihat bahwa saudara Putri sakit maka akan diangkat di atas atau karena apa?" tanya hakim.

"Saya tidak tahu yang mulia," ujar Bharada E.

"Tapi yang jelas dia ngajak saudara?" cecar hakim kembali.

"Iya yang mulia. Kemudian karena ibu menepis tangan, saya mundur yang mulia. Baru Om Kuat kan sempat ngobrol sama ibu, saya kembali lagi ke samping rumah," tutur Bharad E.

Kesaksian Putri

Dalam sidang sebelumnya, Putri Candrawathi mengaku, pernah ingin diangkat oleh Brigadir Yosua saat dirinya sedang merasa sakit atau kurang sehat. Hal ini terjadi sebelum Ferdy Sambo pergi ke Semarang, Jawa Tengah.

"Tanggal 4, habis makan siang saya mengantarkan anak nomor yang 3 bersama suami, Dek Susi, dan Dek Yosua. Tiba di sekolahnya, kami antarkan sampai masuk asrama. Selanjutnya, Pak Ferdy Sambo bersama Dek Daden selaku Adc, berangkat menuju ke Semarang. Karena akan hadiri HUT Bhayangkara keesokan harinya, sedangkan saya bersama Bi Susi, Richard, Yosua kembali ke rumah Magelang," kata Putri di sidang, Senin (12/12).

"Sampai malam enggak ada masalah ya? Enggak bepergian lagi?" tanya hakim.

"Malam enggak bepergian karena saya sakit, terus saya istirahat di ruang Tv sambil duduk selonjoran. Terus saya ingat anak saya, (diam sesaat dengan suara lirih) terus Dek Yosua ingin mengangkat saya dua kali. Pada saat dia angkat pertama kali saya bilang Dek Yosua jangan, nanti kalau sudah kuat nanti saya akan naik ke atas’ (diam sejenak), lalu Kuat Ma’ruf menegur Yosua karena saya tidak berkenan untuk diangkat," jawab Putri.

"Lalu kedua kalinya Dek Yosua mau angkat lagi, namun saya bilang sama Richard 'jangan dek, nanti kalau saya sudah kuat saya naik ke atas'," sambungnya.

Selanjutnya, Putri mengaku saat itu ditemani oleh Kuat dan Susi setelah dirinya sudah mulai enakan. Ia juga langsung naik ke atas atau lantai berikutnya, dan malam itu ia ditemani Susi beristirahat di kamar atas.

"Sakit apa saudara waktu itu," tanya Hakim.

"Saya pusing, saya memang suka pusing. Karena sejak 2019 saya pernah jatuh dan ada sedikit didera di bagian punggung belakang saya," jawab Putri Candrawathi.

(mdk/tin)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.