Besok, FDR AirAsia QZ8501 mulai di-download
Waktu yang diperlukan dalam men-download data dalam FDR hingga dapat dibaca bisa memakan dua sampai tiga hari.
Flight Data Recorder (FDR) AirAsia QZ8501 berhasil diangkat pada pagi tadi. FDR tersebut langsung dibawa ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Jakarta.
"Besok jam 09.00 WIB mulai dengan persiapan kita sepakat dengan prosedur untuk membukanya, yaitu mengangkat, membersihkan, memeriksa kemudian di download," ujar Ketua Investigasi AirAsia QZ8501, Mardjono saat jumpa pers di kantornya, Senin (12/1).
Mardjono mengatakan, waktu yang diperlukan dalam men-download data dalam FDR hingga dapat dibaca bisa memakan dua sampai tiga hari. "Karena itu nanti yang didownload masih berupa angka-angka saja," katanya.
Selanjutnya, angka-angka itu diolah dengan software sehingga berubah menjadi tabel atau grafik. "Nah nanti terlihat dari mulai persiapan take off dari Surabaya hingga terjadi kecelakaan," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan keberadaan Flight Data Recorder (FDR) yang merupakan bagian dari black box AirAsia QZ8501 ditemukan di bawah puing-puing sayap pesawat tersebut.
"Bukan terhimpit badan pesawat, tetapi di bawah puing-puing sayap. Beda badan dengan sayap," kata Soelistyo di kantor Basarnas Jakarta, Senin (12/1).
Soelistyo menjelaskan, black box atau kotak hitam sebuah pesawat terdiri dari dua hal yaitu FDR dan CVR (Cockpit Voice Recorder).
"Dua bagian ini yang disebut dengan black box, FDR mencatat seluruh data sistem penerbangan, CVR itu garis besarnya merekam seluruh pembicaraan yang ada di dalam kokpit," terangnya.
Soelistyo menegaskan, kendati bagian dari black box itu telah ditemukan, namun pihaknya tetap fokus pada pencarian korban dan evakuasi. Oleh karenanya menurut Soelistyo, tim operasi gabungan akan tetap fokus mencari korban di sejumlah area operasi.
Baca juga:
FDR kotak hitam AirAsia tiba di Jakarta
Balon apung kembali gunakan buat evakuasi CVR black box AirAsia
Ini FDR black box AirAsia yang ditemukan di dasar Laut Jawa
KNKT optimis FDR black box AirAsia masih bisa diinvestigasi
Kotak hitam ditemukan, Basarnas tetap cari penumpang AirAsia
Moeldoko puji anak buahnya & bawa FDR black box ke Jakarta