Bertemu Wapres, Menag Minta Dilibatkan Susun Materi Seleksi CPNS Cegah Radikalisme
"Menag minta kepada Wapres agar dikoordinasikan agar konten itu semuanya terutama untuk menguji pegawai itu, kontennya dari Kemenag," kata juru bicara wakil Presiden, Masduki
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk dilibatkan dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (ASN). Permintaan tersebut bertujuan agar mencegah adanya paparan radikalisme dalam lingkaran ASN.
"Menag minta kepada Wapres agar dikoordinasikan agar konten itu semuanya terutama untuk menguji pegawai itu, kontennya dari Kemenag," kata juru bicara wakil Presiden, Masduki Baidlowi saat dihubungi, Kamis (7/1).
Masduki menjelaskan Yaqut meminta agar untuk pengujian terkait konten pemahaman agama akan diatur oleh kemenang. Yaqut kata Masduki hal tersebut adalah bagian upaya mencegah adanya paham ekstrem. Sebab itu nantinya akan dibekali pemahaman moderat.
"iya, seleksi (CPNS). jadi konten kemoderatan, Islam moderat itu, kontennya itu adalah supaya dari Kemenag. tolok ukur kontennya, khusus untuk soal keagamaan," ungkap Masduki
Yaqut juga kata Masduki menjelaskan materi ujian rekrutmen PNS saat ini independen tiap-tiap kementerian. Hal tersebut membuat tidak ada tolak ukur untuk memastikan pemahaman agama yang moderat.
"nah untuk konten agar pegawai-pegawai yang dites itu tidak berpaham keras, itu hendaknya jangan setiap kementerian itu independen dalam hal membuat ujian terhadap konten-konten kemoderatan itu," ungkap Masduki.
Baca juga:
Bantah Tutup Formasi CPNS Guru, Mendikbud Nadiem Sebut Tahun 2021 Fokus PPPK
Kabar Bahagia untuk PNS di 2021, Termasuk Tunjangan Naik Hingga Rp9 Juta
DPR Tolak Rencana Pemerintah Hapus Jalur CPNS untuk Guru
Sederet Kabar Bahagia Serta Duka PNS di 2021
Formasi Guru CPNS akan Beralih Seluruhnya Jadi PPPK di 2021