LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bertemu CEO Lippo Group, Bupati Bekasi nonaktif klaim hanya silaturahmi

Bertemu CEO Lippo Group, Bupati Bekasi nonaktif klaim hanya silaturahmi. Namun Neneng membantah dalam pertemuan tersebut ada pembahasan tentang izin pembangunan proyek Meikarta. "Enggak ada (pembahasan Meikarta). Bahas umum saja," kata Neneng.

2018-11-02 17:29:58
Suap Proyek Meikarta
Advertisement

Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin tak membantah pertemuannya dengan CEO Lippo Group James Riady. Pertemuan dilakukan di kediaman Neneng di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

"Prinsipnya hanya silaturahim," ujar Neneng usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/11).

Namun Neneng membantah dalam pertemuan tersebut ada pembahasan tentang izin pembangunan proyek Meikarta. "Enggak ada (pembahasan Meikarta). Bahas umum saja," kata Neneng.

Advertisement

Sebelumnya, CEO Lippo Group James Riady sempat diperiksa KPK pada Selasa 30 Oktober 2018. Usai pemeriksaan, James mengaku pernah bertemu dengan Neneng saat James tengah berada di Lippo Cikarang. Saat itu James mengaku menjenguk Neneng yang baru saja melahirkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, James bertemu dengan Neneng di rumah pribadi Neneng di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Pertemuan yang terjadi sekitar Januari 2018 itu juga dihadiri oleh sejumlah petinggi Lippo Group lainnya.

Pertemuan diduga membahas proses perizinan proyek Meikarta yang mandek di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pertemuan Neneng dengan James ditenggarai tak terjadi sekali. Pada pertengahan tahun ini, mereka berdua kembali bertemu di sebuah tempat.

Advertisement

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selain Bupati Neneng, KPK juga menjerat delapan orang lainnya dalam kasus ini.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

Kemudian, pihak swasta bernama Billy Sindoro yang merupakan Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.

Bupati Neneng dan kawan-kawan didug menerima hadiah atau janji Rp 13 miliar terkait proyek tersebut. Diduga, realiasasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa Kepala Dinas.

Keterkaitan sejumlah dinas lantaran proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana membangun apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan. Sehingga dibutuhkan banyak perizinan.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
KPK periksa Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi
KPK soal suap Meikarta: Tak mungkin buru tikus dengan bakar lumbung padi
KPK periksa staf keuangan & Sespri Presdir Lippo Cikarang terkait suap izin Meikarta
KPK sarankan Pemkab Bekasi tinjau ulang izin Meikarta
Fokus tangani kasus suap perizinan, KPK tak akan menyegel Meikarta
Pimpinan KPK yakin uang suap Meikarta berasal dari koorporasi Lippo Group

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.