Berkas sespri Dewie Limpo dalam kasus proyek listrik Papua lengkap
Namun, Rinelda mengatakan, belum mengetahui kapan dirinya akan disidangkan.
Sekretaris pribadi Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso merampungkan pemeriksaan sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi dari proyek pembangkit listrik tenaga mikro hydro di kabupaten Deiyai, Papua, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/11) siang ini. Rinelda diperiksa sejak pukul 11.00 hingga sekitar pukul 13.00 WIB.
Rinelda mengaku bahwa pemeriksaan kali ini untuk melengkapi berkas kasus penerimaan gratifikasi dari proyek pembangkit listrik tenaga mikro hydro yang menyeretnya menjadi tersangka.
"Sudah," kata Rinelda menjawab pertanyaan awak media mengenai berkas pemeriksaannya yang sudah rampung.
Meski mengakui berkas pemeriksaannya sudah rampung, namun Rinelda mengatakan, belum mengetahui kapan dirinya akan disidangkan. "Belum tahu," ujarnya singkat sambil bergegas masuk ke dalam mobil tahanan KPK.
Sebelumnya Rinelda ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 20 Oktober 2015 lalu. Rinelda tertangkap oleh KPK dalam operasi tangkap tangan di salah satu restoran Kelapa Gading dan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (20/11) malam.
Saat operasi tangkap tangan KPK mendapati uang 177.700 dollar Singapura yang dibungkus kemasan camilan ringan. Selain itu, KPK juga mengamankan beberapa dokumen dan ponsel di lokasi tersebut.
Baca juga:
Usai diperiksa KPK sebagai tersangka, Setyadi ogah komentar
Rinelda, sekretaris Dewie Limpo kembali diperiksa KPK
Rinelda ungkap menteri ESDM terima proposal proyek listrik Papua
KPK kembali periksa Setyadi terkait kasus suap Dewie Yasin Limpo
KPK periksa Menteri Sudirman Said terkait kasus suap Dewie Limpo
Penuhi panggilan KPK, Menteri ESDM siap beberkan proyek Micro Hydro
KPK jadwalkan pemeriksaan Menteri ESDM pukul 16.00 Wib