LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Beri kuliah umum di ITB, Kapolri singgung kebhinekaan satukan RI

Beri kuliah umum di ITB, Kapolri singgung kebhinekaan satukan RI. "Saya mengajak jangan menganggap bahwa kebhinekaan itu hal yang terjadi secara alami, tetapi ini dikelola dan harus terus dikelola oleh generasi bangsa ke depan."

2017-03-08 12:06:14
Kapolri Tito Karnavian
Advertisement

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan kuliah umum di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Rabu (8/3). Tito menyampaikan kuliah umum bertema 'Tantangan Kebhinekaan dalam Era Demokrasi dan Globalisasi'.

Mengawali paparannya, Tito menyebut bahwa kebhinekaan menjadi salah satu hal yang sangat penting. Menurut dia, bangsa Indonesia merupakan negara yang sangat unik karena memiliki banyak keberagaman mulai dari suku, adat istiadat, ras dan agama.

"Tidak ada bangsa di dunia yang memiliki sedemikian banyak diversity (keberagaman). Mulai perbedaan suku, segenap adat istiadat, budaya, bahasa dan lain-lain. Kemudian banyak agama-agama yang dipraktikkan dan dipeluk oleh bangsa Indonesia," ujar Tito di hadapan civitas akademik ITB.

Dia menambahkan, di tengah keberagaman itu ada satu keunikan Indonesia. Meski Indonesia merupakan negara dengan mayoritas beragama Islam, namun di beberapa wilayah agama Islam bukan mayoritas. Dia mencontohkan seperti di Bali yang mayoritasnya beragama Hindu. Begitu juga di Papua yang beragama Nasrani.

Kapolri di ITB ©2017 Merdeka.com/dian rosadi

Advertisement

Menurut Tito, kondisi ini berbeda seperti di negara Malaysia di mana agama Islamnya merupakan agama mayoritas di semua wilayah. Begitu juga di Arab Saudi yang merupakan negara yang homogen.

"Beda dengan bangsa kita, belum lagi perbedaan keturunan ras Arab, Eropa, India ada keturunan Tionghoa. Tapi semua itu terekat dalam ikatan kesatuan. Maka disebut Bhineka Tunggal Ika," katanya.

Tito mengungkapkan, keberagaman merupakan sebuah kekuatan bahwa perbedaan suku, agama, perbedaan ras itu menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Dia menekankan bahwa keberagaman bukan sesuatu yang terjadi secara alami tetapi dikelola oleh pemerintah dan masyarakatnya.

"Saya mengajak jangan menganggap bahwa kebhinekaan itu hal yang terjadi secara alami, tetapi ini dikelola dan harus terus dikelola oleh generasi bangsa ke depan. Kalau kita tidak berusaha mengelola, menganggap begitu-begitu saja maka di tengah gejolak dinamika yang terjadi dan di tengah dunia yang terus berubah ini justru menjadi potensi kerawanan perpecahan," pungkasnya.

Kedatangan Tito ke ITB, didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar. Kedatangan Tito disambut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bermawi Priyatna Iskandar.

Baca juga:
Kapolri Tito Karnavian minta mahasiswa selalu rawat kebhinekaan
Kapolri resmikan layanan online, sinyal internet masih jadi kendala
Polisi buru pengunggah foto Kapolri setengah binatang di medsos
Cerita Kapolri soal konflik dan Kebhinekaan di Indonesia
Kapolri Jenderal Tito: Kita all out amankan Raja Salman & rombongan
Aktivis tolak reklamasi Teluk Benoa minta Kapolri bebaskan rekannya
Kapolri temukan bukti transfer dari Bachtiar Nasir ke Turki

Advertisement
(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.