LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Berharap ceramah yang menyejukkan umat

Ustaz Zulkifli Muhammad Ali menjadi tersangka karena diduga melakukan ujaran kebencian berbau SARA saat ceramah di salah satu masjid Jakarta, 2017 lalu. Polisi menilai Zulkifli telah memberikan informasi bohong yang dapat memunculkan keresahan.

2018-01-19 11:30:48
Ujaran kebencian
Advertisement

Ustaz Zulkifli Muhammad Ali menjadi tersangka karena diduga melakukan ujaran kebencian berbau SARA saat ceramah di salah satu masjid Jakarta, 2017 lalu. Polisi menilai Zulkifli telah memberikan informasi bohong yang dapat memunculkan keresahan.

Dalam ceramah yang viral di media sosial, Zulkifli mengatakan tahun 2018, banyak kaum muslimin akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum komunis, C****, syiah dan liberal. Sejumlah pasukan juga disebutnya telah siap masuk ke Indonesia.

Analis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri Kombes Sulistyo Pudjo mengatakan, Zulkifli telah memberikan informasi bohong tentang adanya pembuatan jutaan KTP di Prancis dan Tiongkok. Sulistyo menyayangkan pernyataan Zulkifli yang tidak berdasarkan fakta.

Advertisement

"Adanya informasi bahwa jutaan KTP sedang dibuat di Prancis maupun Tiongkok, dan akan digunakan oleh orang-orang non-WNI, lalu mereka akan masuk Indonesia. Itu semua informasi bohong," tegasnya di Jakarta, Kamis (18/1).

Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Siber Bareskrim atas laporan bernomor LP/1240/XI/2017/Bareskrim tertanggal 21 November 2017.

Zulkifli dijerat Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 16 junto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dia juga kena Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Advertisement

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sempat mengingatkan setiap penceramah harus menjaga kesucian tempat ibadah. Penceramah diminta tak menyampaikan isi ceramah yang justru menjurus mengajarkan permusuhan sampai berisi fitnah.

Lukman pun telah mengeluarkan seruan yang berisi sembilan poin agar para penceramah dapat menyampaikan isi yang menyejukkan antar-sesama.

"Jangan sampai rumah ibadah itu di jadikan tempat untuk kita membangun rasa permusuhan saling mencela, saling memfitnah melontarkan ujaran-ujaran kebencian dan lain sebagainya," katanya beberapa waktu lalu.

Seruan tersebut, dia mengungkapkan, tak hanya ditujukan kepada penceramah, namun turut pula dapat diikuti oleh pengelola rumah ibadah. Ke depannya, dia berharap tak ada lagi ceramah yang berisi ujaran kebencian.

"Saya harap tidak hanya menjadi pedoman bagi setiap penceramah kita, tapi juga pengelola rumah-rumah ibadah. Karena mereka yang menentukan para penceramah itu," ujarnya.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Khoirudin menambahkan bahwa seorang pendakwah hendaknya menghindari menyampaikan ujaran kebencian, kata-kata kasar dan makian.

"Itulah esensi dakwah agar masyarakat dapat menjalankan prinsip-prinsip Islam seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad," katanya dilansir dari kemenag.go.id.

Menurutnya, dakwah yang disampaikan kepada publik (masyarakat) harus benar-benar memberi pencerahan dan tidak menimbulkan kebencian kepada kelompok lain. Dakwah harus mempertimbangkan masalahat, menghargai kelompok lain, serta tidak menjelek-jelekan paham atau agama lain.

"Sekarang ini masih ada dai yang suka menyampaikan ujaran-ujaran kebencian hanya karena beda paham. Juga ada yang masih senang dengan ungkapan kasar atau tidak pantas," lanjutnya.

Zulkifli sendiri meyakini apa yang disampaikan berdasarkan hadis yang dibacanya. Bahkan, dia sampai menunjukkan hadis tersebut terhadap orang yang sudah melaporkan dirinya.

Dirinya juga mengaku bahwa apa yang disampaikan tak bermaksud negatif karena sesuai dengan ajaran nabi. Sebagai ulama, dia sangat cinta terhadap NKRI.

"Saya sebagai ulama tentu menyampaikan dan saya sebagai putera bangsa asli kita cinta dengan negeri ini. Dan sungguh demi Allah tidak ada yang lebih cinta dengan Indonesia, kecuali adalah anak-anak negeri sendiri yang di puncaknya adalah para ulama pewaris nabi," tuturnya.

Baca juga:
Meski berstatus tersangka, ustaz Zulkifli mengaku masih bisa berdakwah
Polisi kejar pemilik akun twitter yang mengancam keselamatan Jokowi
Caci maki polisi di Facebook, alumnus SMK Pelayaran ditangkap di Gowa
Jadi tersangka, Ustaz Zulkifli mengaku ceramahnya sesuai hadis Nabi
Ustaz Zulkifli tersangka, Gerindra tanya kabar kasus Viktor Laiskodat

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.