LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Beras Bantuan Warga Terdampak PPKM di Pandeglang Berwarna Kuning, Bau dan Menggumpal

Warga Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menerima beras bantuan tidak layak konsumsi. Beras yang didapat warga berwarna kuning dan kotor.

2021-08-05 19:04:43
Bansos Corona
Advertisement

Warga Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menerima beras bantuan tidak layak konsumsi. Beras yang didapat warga berwarna kuning dan kotor.

Beras bantuan tersebut dari Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang, yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia Kabupaten Pandeglang.

Uki salah seorang warga Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, yang menerima beras bantuan tersebut kecewa dengan kualitas dari beras bantuan PPKM tersebut.

Advertisement

"Warna berasnya kekuning-kuningan, terus agak berbau dan ada kutunya juga pak. Yang lebih parah lagi, banyak yang sudah buluk," kata Uki kepada wartawan, Kamis (5/8).

Hal serupa diungkapkan Dedi, warga Kampung Kebon Cau, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang. Dia mengatakan beras bantuan dari pemerintah tidak layak untuk dikonsumsi.

"Atuh ini mah bukan untuk manusia kang, lihat saja berasnya seperti apa. Masa kita dikasih beras kaya gini, kan enggak manusiawi. Binatang juga kalau kata kasarnya mah, pasti menolak untuk memakannya," ungkap Dedi.

Advertisement

Sementara itu, Lurah Pandeglang M Apendi mengaku tidak mengetahui kondisi beras bantuan itu sudah menggumpal dan tidak layak dikonsumsi, karena pihaknya hanya diminta oleh pihak Kecamatan Pandeglang dan PT Pos untuk menyediakan tempat penyimpanan bansos beras tersebut.

"Jadi bantuan beras ini kemarin ada dua tahap. Pertama bantuan dari pusat tanggal 2 Agustus yang disalurkan untuk 840 KPM, terus besoknya bantuan PKH untuk 464 KPM. Kami terima surat melalui kecamatan yang memohon supaya menyediakan tempat saja, kalau yang menyalurkan itu dari PT Pos," katanya.

Apendi mengungkapkan usai menerima laporan dari masyarakat, lantas mengecek beras yang belum disalurkan. Hasilnya, puluhan karung beras yang belum disalurkan dalam kondisi menggumpal dan tidak layak.

"Kami enggak tahu kalau kondisi berasnya udah begitu, kami juga kaget. Nanti kami koordinasikan ke pimpinan kami untuk menindaklanjuti masalah ini," bebernya.

Baca juga:
Penjelasan Bulog soal Kasus Beras Bansos di Pandeglang
Kemnaker Prediksi Subsidi Upah Rp 1 Juta Cair Minggu Depan
VIDEO: Mahasiswa Dapat Bantuan Rp2,4 Juta di Masa Pandemi Covid-19, Begini Syaratnya
Polisi Tak Temukan Unsur Pidana Terkait Pemotongan BST untuk Ambulans di Depok
Polda Sumbar Salurkan 13.707 Bansos ke Masyarakat

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.