Bengawan Solo meluap, ratusan hektar sawah di Sragen terendam
Luapan Bengawan Solo yang terjadi dalam dua hari terakhir ini j merendam ratusan pemukiman di Solo.
Luapan Bengawan Solo yang terjadi dalam dua hari terakhir ini, merendam ratusan pemukiman di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar. Bahkan jalan di sekitaran pemukiman terendam sejauh 6 kilometer. Akibatnya, warga tidak bisa bepergian ke pasar maupun ke sawah.
Tim SAR Sragen, hingga saat ini masih siaga dengan perahu karet di pinggir sungai. Perahu tersebut ada untuk mengantisipasi banjir mendadak, karena di wilayah Solo raya diperkirakan masih ada potensi hujan deras.
"Luapan air terjadi sejak pagi tadi, air banjir berasal dari luapan aliran Sungai Bengawan Solo yang tak mampu menampung banyaknya debit air," ujar Ismanto, warga Tanon, Sabtu (21/2).
Menurut Ismanto, banjir yang melanda di desanya, hampir sama dengan banjir tahun 2007 silam. Untuk mengantisipasi luapan air dari sungai, kata dia, warga sekitar diwajibkan patroli dan ronda bahaya banjir.
Sementara itu, akibat terendam banjir ratusan hektar tanaman padi di Sragen terancam gagal panen. Tanaman milik petani terendam banjir sejak tiga hari terakhir. Dinas pertanian dan perikan melakukan pendataan seluruh tanaman padi yang terendam banjir.
Ratusan hektar tanaman padi yang terendam banjir terdapat di tiga kecamatan, yakni kecamatan Sidoharjo, Tanon dan Masaran. Air yang merendam area sawah tersebut setinggi 25 sentimeter. Selain tanaman padi, banjir juga merendam tanaman cabai, singkong, kacang panjang, dan jagung.
"Jika air tidak segera surut dalam waktu tiga hari ke depan, tanaman petani yang terendam banjir akan membusuk, petani akan mengalami gagal panen. Sebenarnya tanaman padi yang terendam ini, sekitar lima hari lagi siap dipanen," keluh Endri, salah seorang petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Eka Rini Mumpuni mengemukakan, pihaknya sudah mendata tanaman padi yang tergenang. "Semua tanaman padi yang terendam banjir akan kami data dan akan dilaporkan ke dinas pertanian provinsi. Kami akan terus memantau kejadian yang menimpa wilayah Sragen," pungkasnya.
Baca juga:
Banjir terjang 5 desa di Sumbawa, 1.170 KK jadi korban
Aksi TNI AD dan Basarnas bersih-bersih Kali Ciliwung
3.830 warga kebanjiran, Sukoharjo darurat bencana
3 Ribu warga ngungsi, Solo belum tetapkan status tanggap darurat
Jombang banjir parah, 2.200 warga mengungsi jalur SBY-Kediri macet