Belum punya gedung sendiri, 18 sekolah negeri di Bekasi menumpang
Minimnya sekolah lantaran terkendala lahan.
Komisi D DPRD Kota Bekasi mendorong pemerintah setempat membangun gedung sekolah bertingkat untuk mengatasi krisis gedung sekolah di wilayah itu. Soalnya, saat ini tercatat ada 18 sekolah negeri menumpang ke sekolah lain lantaran belum mempunyai gedung sendiri.
Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi Ronny Hermawan mengatakan, lembaganya sudah mengusulkan sejak tiga tahun lalu mengenai pembangunan sekolah bertingkat.
"Bisa dibangun dalam satu kompleks, ada SD, SMP dan seterusnya. Enggak usah alasan tidak ada lahan, dengan kondisi Kota Bekasi yang semakin sempit wajar sekolah dibikin tiga sampai empat lantai," kata Ronny, Senin (29/8).
Dia tak mempermasalahkan bangunan gedung bertingkat tak ada lif, karena semakin menambah biaya operasional. Menurut dia, penggunaan tangga masih dapat diterima oleh para siswa.
"Kalau memang harus menumpang, untuk saat ini tidak masalah. Tapi tahun-tahun ke depan kami ingin lihat proses perencanaan anggarannya," kata Ronny.
Ronny yang tergabung dalam badan anggaran, akan menyetujui jika pemerintah merencanakan pembangunan sekolah bertingkat di banyak lokasi.
"Kita (eksekutif & legislatif) harus sama pemahamannya, yakni mendukung penuh pendidikan sesuai amanat UU No 20 tentang Sisdiknas," kata Ronny.
Karena menurut dia, pendidikan itu buat adalah sebuah investasi, bukan biaya yang harus dikeluarkan untuk warga.
"Jika ingin lihat masa depan Kota Bekasi, 20-50 tahun lagi, maka lihatlah pendidikan anak-anaknya saat ini," ujar politikus Partai Demokrat tersebut.
Kepala Dinas Bangunan dan Pemukiman, Kota Bekasi, Dadang Ginanjar mengatakan, tahun ini pemerintah baru membangun tiga unit sekolah baru dari 18 sekolah yang menumpang. Sekolah yang dibangun secara bertahap tersebut adalah SMP Negeri 42, dan 43 dan SMK 12.
"Dua titik lagi untuk SMA 20 serta SMP 46 di Medan satria masih dalam tahap pembebasan lahan," kata Dadang.
Dadang menambahkan, target penyelesaian pembangunan unit baru keseluruhan membutuhkan waktu hingga tiga tahun anggaran ke depan.
Seperti diketahui, sebanyak 18 sekolah negeri di Kota Bekasi belum mempunyai gedung sendiri. Sekolah itu antara lain TK Negeri satu sekolah, SD Negeri dua sekolah, SMP Negeri delapan sekolah, SMA Negeri empat sekolah, dan SMK Negeri tiga sekolah.
Adapun, kegiatan belajar mengajar sementara menggunakan gedung milik sekolah lain, seperti gedung milik sekolah dasar, maupun sekolah induk secara bergantian.
Baca juga:
18 sekolah negeri di Kota Bekasi belum punya gedung
600 bangku sekolah negeri di Kota Bekasi kosong
Sekolah sehari penuh diyakini bisa membuat murid semakin cerdas
Mendikbud minta anak sekolah seharian, benarkah tambah pintar?
Gedung SDN 2 rusak parah tak ada perhatian dari Pemda Gianyar
Gedung baru & canggih di ITB diharapkan tingkatkan pengetahuan