Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gedung SDN 2 rusak parah tak ada perhatian dari Pemda Gianyar

Gedung SDN 2 rusak parah tak ada perhatian dari Pemda Gianyar SDN 2 Keramas Kota Gianyar. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Gedung sekolah SDN 2 Keramas, Kota Gianyar, Bali, kondisinya miris dan memprihatinkan. Bangunannya sudah tak layak dan membahayakan. Karena rusak, banyak siswa akhirnya pindah ke SD lain yang lebih layak.

Karena banyak siswa yang dipindahkan, tak ayal jumlah siswa SD 2 merosot. Bahkan di kelas V hanya terdapat seorang siswi yang tetap belajar di tengah kondisi atap siap runtuh.

"Kami sudah berulang kali dan tidak pernah lelah mengajukan pembangunan ke tingkat atas. Namun tidak juga ada tanggapan," ungkap I Gusti Agung Made Wiana, salah seorang guru SDN 2 Gianyar, Jumat (29/4).

‎Di tengah kondisi halaman berdebu, gedung sekolah ini tidak memiliki tembok pembatas. Itu setelah beberapa tahun lalu ambrol. Sehingga hanya dibatasi sisa puing bangunan tembok.

Tidak hanya itu, kondisi kelas yang sudah banyak jebol serta kaca jendela yang pecah tetap dibiarkan begitu saja. Belum lagi kalau hujan, sudah tentu selain harus melewati halaman sekolah yang becek dan berlumpur, juga tentu harus melihat sekolah yang bocor.

Gedung sekolah tidak terawat, kaca jendela pecah, pintu berlubang, kusen yang borok dimakan rayap hingga papan jebol, seakan menanti waktu jika sekolah ini bakal tinggal kenangan.

"Padahal sekolah ini (dulu) menjadi sekolah terfavorit di wilayah Blahbatuh Gianyar. Kini untuk mendaftarkan sekolah ke SD ini sudah enggan. Malahan banyak yang sudah dipindahkan oleh orang tua murid," ungkap Wiana seorang guru senior di sekolah ini.

Selain kelas V yang hanya diisi satu pelajar, kelas I terdapat tujuh siswa, kelas II 8 siswa, kelas III tiga siswa dan kelas enam berjumlah enam siswa. Keseluruhan ditotal dari kelas 1 hingga kelas 5 kurang lebih ada 32 siswa.

"Dari kelas satu jumlah siswa satu kelas sebanyak empat orang. Namun saat kelas III, tiga teman saya pindah sekolah. Saya tinggal sendiri di kelas ini. Rumah saya dekat dengan sekolah ini, jadi tidak ikut pindah," terang Ni Ketut Ayu Juniary, siswa semata wayang Kelas V SDN 2 Keramas ini.

Syukurnya dengan kondisi memprihatinkan ini, guru dan siswa di sekolah tetap bersemangat melakukan kegiatan belajar mengajar. Warga masyarakat di lingkungan sekolah ini sangat mengharapkan perhatian pemerintah, agar para orang tua merasa nyaman menyekolahkan anaknya di sekolah ini.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP