Belasan Bayi Satwa Lahir di Tengah Keterbatasan Operasional Bandung Zoo, Ada Rusa hingga Tapir
Kondisi bayi satwa tersebut dalam kondisi baik. Ada dokter hewan yang secara rutin memantau perkembangan mereka.
Di tengah kemelut pengelolaan internal di yang berujung pada penutupan operasional sejak 6 Agustus 2025 lalu, ada belasan satwa lahir di Bandung Zoo. Para penghuni kawasan konservasi sekaligus destinasi rekreasi itu beragam jenis.
Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi’i memastikan kondisi bayi satwa tersebut dalam kondisi baik. Ada dokter hewan yang secara rutin memantau perkembangan mereka.
"Sejak penutupan itu kita mendapat sekitar 14 atau 15 satwa yang lahir. Satwa yang baru lahir ini mayoritas herbivora seperti rusa, ada juga burung dan tapir," kata Sulhan dalam keterangannya, Senin (29/12).
Bandung Zoo Masih Tutup
Operasional Bandung Zoo masih tutup secara resmi hingga hari ini. Namun, kebun binatang itu dibuka terbatas pada 4 hari terakhir, sehubung antusiasme masyarakat yang ingin berekreasi di momen liburan.
Hal itu seperti terjadi pada Minggu (28/12). Sulhan menuturkan, pihaknya telah mengumumkan Bandung Zoo tutup lewat saluran media sosial resmi mereka. Namun, masyarakat berdatangan ke Bandung Zoo sejak pagi hari.
Karena itulah, pengurus Bandung Zoo segera menggelar rapat dan berkoordinasi dengan dinas terkait dan kepolisian. Hasilnya, kunjungan donasi kembali dibuka dengan batas waktu satu jam.
"Setelah berdialog, akhirnya dibuka, tapi cuman sebentar. Tadinya dibuka dari pukul 09.00 WIB - 12.00 WIB, tapi karena antusiasme terlalu tinggi, jam 10.00 WIB sudah kami tutup, cuman buka sejam. Diluar juga masih banyak yang mau masuk, tapi karena arahan pihak keamanan tutup dulu, ya kita mah ikutin dulu aja instruksinya," jelas Sulhan.
Warga Gratis Kunjungi Bandung Zoo
Pada kunjungan terbatas itu, masyarakat tidak dikenakan biaya tiket tapi dipersilakan untuk memberikan donasi untuk pakan. Bandung Zoo sendiri diketahui tengah mengalami krisis pakan imbas penutupan selama nyaris 5 bulan terakhir ini.
Sejumlah upaya untuk menambal ongkos biaya pakan telah dilakukan, termasuk inisiasi karyawan urunan, menggalang donasi publik yang dananya langsung disampaikan kepada vendor pakan, hingga berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dan pemerintah daerah.
Terkait langkah yang belakangan disebut, pengelola Bandung Zoo masih menunggu penjelasan resmi mengenai mekanisme serta skema penyalurannya.
"Kita masih buka (kunjungan donasi), sampai fix yang donasi dari kementrian. karena kita gak tahu sistem pembayaranya gimana, nanti diinfokan lagi," kata Sulhan.