LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Belasan anak di Solo Raya jadi korban trafficking di Kaltim

Para korban mengaku dijadikan pemandu karaoke, tapi tidak pernah menerima gaji.

2016-05-17 19:38:12
Perdagangan Orang
Advertisement

Sebanyak 19 anak di wilayah Kota Solo dan sekitarnya diduga menjadi korban perdagangan orang. Mereka dipekerjakan sebagai pemandu karaoke di Kalimantan Timur.

Seorang korban berinisial MR (16), warga Kecamatan Serengan, Solo, ditengarai mengalami kekerasan seksual. Anggota Tim Advokasi Sayang Anak, Nur Hidayat mengatakan, kasus trafficking itu mulai terkuak ketika orang tua MR, KTM, mengadu ke Muslimat Nahdhatul Ulama (NU) Solo, pada pertengahan April lalu.

"Orang tua korban bercerita kalau anaknya sudah tidak pulang ke rumah selama tiga bulan. Keberadaan MR terdeteksi ketika berhasil menghubungi keluarganya di Solo, dan mengaku bahwa telah bekerja di wilayah Barong Tongkol, Kutai, Kalimantan Timur. Dia bisa pulang kalau memberikan tebusan Rp 5 juta. Pihak keluarga kemudian kami dampingi melaporkan kasus tersebut ke Polresta Solo," kata Nur, di sela mendampingi MR menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo, Selasa (17/5).

Nur mengatakan, MR pada akhirnya berhasil pulang seorang diri ke Solo. Kepada tim advokasi, siswa SMP swasta di Kota Solo ini mengaku dipekerjakan sebagai pemandu karaoke di tempat hiburan malam. Selama mendampingi tamu, MR mengaku akan mendapatkan gaji Rp 70 ribu setiap jam.

"Katanya per jam digaji Rp 70 ribu, tapi kenyataannya gaji yang dijanjikan tidak pernah diterima. MR juga diimingi-imingi uang tambahan uang Rp 50 ribu bila mau minum minuman keras yang disediakan bersama tamu yang ditemani," ujar Nur.

Nur menambahkan, dari pengakuan MR, dia berangkat ke Kalimantan dibawa oleh pasangan suami istri (pasutri) bernama Iin dan Wisnu, warga Palur, Karanganyar. Sebelum berangkat, MR terlebih dulu ditampung di salah satu tempat penampungan di wilayah Palur, yang masuk wilayah Sukoharjo.

"Saat di penampungan di Kalimantan, ternyata di sana juga terdapat 18 anak lainnya yang bernasib sama. Saat saling berkenalan, mereka semuanya ternyata juga berasal dari wilayah Solo dan sekitarnya," tutup sekretaris Muslimat NU Solo ini.

Baca juga:
Pasutri dan bidan di Medan penjual bayi dituntut 10 tahun penjara
RS di India sediakan layanan barter bayi
Cerita wanita asal Lampung dijual jadi PSK di Batam
Perempuan yang digilir 19 pria di Manado korban perdagangan orang
Ibu jual keperawanan anak seharga Rp 1,2 juta dipenjara 22 tahun
SW jual bayinya Rp 40 juta karena alasan ekonomi & ditinggal suami

Advertisement
(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.