LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Begini Cara Kerja Modifikasi Cuaca yang Dijalankan BMKG

Partikel tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi yang dapat memicu percepatan pembentukan tetesan air dalam awan hingga turun menjadi tetes hujan.

Selasa, 29 Agu 2023 10:51:00
be smart
Begini Cara Kerja Modifikasi Cuaca yang Dijalankan BMKG (merdeka.com)
Advertisement

Modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan agar polusi udara berkurang

Begini Cara Kerja Modifikasi Cuaca yang Dijalankan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil memodifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek dengan menurunkan hujan intensitas sedang-lebat, pada (27/8) di sore hari.


Modifikasi cuaca dilakukan guna menangani dampak polusi udara di DKI Jakarta.



Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, praktik Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan dengan menyebarkan partikel-partikel nukleasi, yakni natrium klorida atau perak iodida ke dalam awan yang terbentuk.

Menurut BMKG, partikel tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi yang dapat memicu percepatan pembentukan tetesan air dalam awan hingga turun menjadi tetes hujan.

Ia menambahkan, dengan cara tersebut diharapkan jumlah curah hujan yang turun dapat optimal dan tinggi.

“Menyebarkan partikel-partikel nukleasi seperti natrium klorida atau perak iodida ke dalam awan. Partikel-partikel tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi yang dapat memicu percepatan pembentukan tetesan air dalam awan hingga dapat turun menjadi tetes hujan,” kata Guswanto dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, pada (28/8).

Advertisement

Guswanto menyebut, jika sistem awan hujan sangat besar dan dipicu oleh mekanisme dinamika atmosfer yang sangat besar pula, seperti adanya siklon, konvergensi kuat, terutama ketika terjadi pada periode musim hujan, maka efektivitas pencegahannya dengan TMC ini bakal berkurang, sebab adanya keterbatasan dalam mengatasi sistem awan yang sangat besar tersebut.




“Termasuk salah satunya keterbatasan dalam penggunaan pesawat. Operasi TMC hanya dapat dilakukan pada siang hari, karena pada malam hari ada keterbatasan dalam operasi pesawat penyemai garam,” jelas Guswanto. 


Menurut Guswanto, upaya yang telah dilakukan bukan satu-satunya cara guna menekan polusi udara.

Di sisi lain, upaya TMC kerap dilakukan oleh BMKG sebab kini wilayah Jabodetabek sedang memasuki musim kemarau.




 “Tentunya upaya melalui TMC ini tidak menjadi cara satu-satunya yang bisa dilakukan, karena operasi TMC sendiri keberhasilannya dapat terkendala apabila tidak ada sistem awan potensi hujan yang terbentuk sebelumnya, mengingat saat ini wilayah Jabodetabek sedang memasuki Kemarau, maka faktor pembentukan awan hujan relatif lebih sulit dan menjadi tantangan tersendiri, sehingga terkadang tidak dapat mengoptimalkan hasilnya,” tutur Guswanto.

Advertisement

Berdasarkan data curah hujan yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam, TMC berhasil menghujani wilayah Bogor, Cengkareng, Citayam, Depok, Pasar Minggu, dan sebagian wilayah DKI Jakarta bagian selatan.



Guswanto berharap, dengan adanya rekayasa cuaca ini, wilayah Jabodetabek dapat teratasi dan mengurangkan intensitas polusi udara. 

Advertisement

“Untuk memicu terjadinya hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sehingga bisa diharapkan polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya dapat teratasi dengan adanya hujan tersebut,” harap Guswanto.

Berita Terbaru
  • Haikal Hasan Tekankan Sinergi BPJPH, LPPOM, dan MUI untuk Perkuat Jaminan Halal
  • Prakiraan Cuaca Jumat 1 Mei 2026, Jabodetabek Pagi Berawan Tebal dan Malam Hujan
  • UMKM Binaan BRI Berhasil Tembus Pasar Global di Ajang FHA Singapura 2026, Perkuat Penetrasi Produk Lokal Go Internasional
  • Semangat Kartini Bersama BRI: Kisah Inspiratif Cokelatin, UMKM Lokal Menembus Pasar Global
  • 5.000 Buruh Geruduk Gedung DPR, Peringati May Day Fiesta 2026
  • be smart
  • bmkg
  • polusi jakarta
  • polusi udara
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.