Begini Beratnya Tugas KPPS Hingga Banyak yang Meregang Nyawa
Secara demografis, wilayah seperi DKI Jakarta jumlah TPS di satu kecamatan jumlahnya bisa lebih dari 1.000 titik. Karenanya, KPPS tidak hanya berhadapan oleh waktu, tetapi juga energi panjang, kekuatan fisik, mental, yang harus harus dijaga bersamaan.
Ratusan orang dari kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) menjadi korban jiwa usai mengawal jalannya pesta demokrasi 17 April 2019. Data KPU mencatat, ada 300 orang lebih telah mengorbankan jiwa raganya di seluruh Indonesia untuk Pemilu 2019.
Ketua KPU RI Arief Budiman mengaku sedih dan menyampaikan duka mendalam akan tragedi tersebut. Dia mengatakan kerja sebagai KPPS memang sangat berat. Bahkan, menguras tenaga dari pagi sampai pagi lagi.
"Saya pernah ikut petugas pantarlih (panitia daftar pemilih) yang harus data pemilih. Mereka sebenarnya yang paling menentukan Pemilu aman sukses lancar. Mereka melakukan proses pemberian surat suara untuk pemilih. Pekerjaan mereka tidak sehari, tapi rangkaian yang panjang," kata Arief usai memberikan santunan kepada Keluarga Tutung Suryadi, salah seorang KPPS yang meninggal dunia di Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (3/5).
Kepada media, Arief bercerita kerja berat Tutung dimulai jauh sebelum 17 April 2019.
Tutung harus melapor penyebaran C6 yang menjadi surat pemberitahuan kepada pemilih di kediaman mereka masing-masing.
Saking berat dipikulnya, lanjut Arief, Tutung akhirnya menutup mata untuk selamanya saat berada di kantor kelurahan, tempat yang menjadi kantor KPPS di kelurahannya.
"Itu saya pikir negara patut berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada mereka," iba Arief.
Secara demografis, wilayah seperti DKI Jakarta jumlah TPS di satu kecamatan jumlahnya bisa lebih dari 1.000 titik. Karenanya, KPPS tidak hanya berhadapan oleh waktu, tetapi juga energi panjang, kekuatan fisik, mental, yang harus harus dijaga bersamaan.
"Kita semua harus menguatkan. Supaya mereka bisa semuanya bertugas dengan baik tuntas sampai akhir," Arief menyudahi.
Reporter: Muhammad Radityo
Baca juga:
KPU Targetkan Pemberian Santunan kepada KPPS Rampung Sebelum 22 Mei
Bawaslu DIY Sebut Surat Edaran Menkes Tidak Menjamin Pengobatan Pengawas Pemilu
30 Jam Tuntaskan Rekap Hasil Suara, Anggota KPPS Cipayung Meninggal
Bawaslu Serahkan Santunan Kepada Keluarga KPPS yang Meninggal & Kecelakaan
1 Pengawas Pemilu di Banteng Meninggal, 101 Orang Sakit
Bawaslu Doakan dan Santuni Panitia Pengawas Pemilu yang Meninggal