BBM naik, massa HTI geruduk DPRD Bandung
Kebijakan semena-mena pemerintah dinilai berdampak negatif bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia.
Kenaikan BBM bersubsidi per hari ini banyak menuai penolakan. Sejumlah massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar menggeruduk Gedung DPRD, Jalan Sukabumi, Kota Bandung. Mereka menyampaikan aspirasinya ihwal kebijakan pemerintah yang menaikan BBM.
Koordinator aksi Andika Permadi Putra mengatakan, dengan dinaikannya harga BBM menunjukan ketidakbecusan pemerintah. Kebijakan tersebut hanya akan menyengsarakan rakyat Indonesia. "Ini kebijakan zalim yang hanya akan menyengsarakan rakyat," katanya di sela aksi.
Dengan naiknya harga BBM menurut dia, akan menambah beban hidup masyarakat. Sebab seluruh harga barang dan jasa dipastikan ikut naik, sementara hasil penghematan tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami masyarakat.
Selain itu menurutnya, kebijakan menaikan harga BBM sesungguhnya hanya untuk menyesuaikan liberalisasi sektor hilir, yakni sektor niaga dan distribusi, setelah liberalisasi sektor hulu, eksplorasi dan eksploitasi, sempurna dilakukan.
"Dengan kebijakan ini, yang paling kentara adalah fenomena liberalisasi pada sektor migas, karena membuka peluang bagi SPBU milik asing membuka usahanya di Indonesia," terangnya.
Oleh karena itu pihaknya mengaku akan terus. mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Lanjut dia, kebijakan semena-mena pemerintah sudah jelas berdampak negatif bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia.
"Mereka seperti lupa, jika dulu mereka melakukan aksi yang sama, menentang kebijakan yang akan menyengsarakan rakyat," tandasnya.
Selain menyampaikan orasi, mereka juga mengusung spanduk penolakan kenaikan BBM. Aksi tersebut dijaga sejumlah polisi.
Baca juga:
Pengusaha diminta beri tambahan uang makan dan transport
Protes BBM naik, 50 ribu angkot di Bandung besok mogok massal
Harga BBM naik, Aher ketok palu naikkan tarif angkutan umum
Menteri Susi: BBM naik, nelayan kecil tetap tidak kebagian solar
Mahasiswa Malang kepung dan bakar ban di depan depo Pertamina
BBM naik Rp 2.000, pengusaha optimis penyelundupan akan hilang
Harga BBM naik, orang miskin terkena tambahan inflasi 4,5 persen