BBM Kabag Humas Pemkot Bogor dibajak, pelaku minta sejumlah uang
Modus pelaku berpura-pura meminjam dana senilai Rp 3 juta sampai Rp 6 juta kepada para korban.
Blackberry Messeger (BBM) milik Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, Encep Ali Alhamidi dibajak oleh hacker untuk penipuan. Melalui pesan berantai yang dikirimkannya melalui Whatsapp.
Encep menginformasikan bahwa BBM miliknya telah dibajak oleh orang tidak dikenal dengan modus meminjam sejumlah dana.
"Sejak pagi saya ada kesulitan untuk menggunakan BBM. Sudah mencoba tujuh kali memasukan kata sandi tetap ditolak," ucap Encep, Jumat (15/7).
Encep baru saja mendapat kabar dari teman baiknya yang memberitahukan telah berdialog melalui BBM milik Encep isinya permohonan peminjaman uang sebesar Rp 6 juta.
"Oleh karena itu, semua BBM yang mengatasnamakan saya mohon diabaikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," pinta Encep.
Lebih jauh dia mengatakan, pembajakan BBM miliknya sudah terjadi sejak pukul 06.00 WIB. Sejak saat itu dia sudah tidak bisa mengakses BBM miliknya.
Sejumlah rekan dan teman yang ada di kontak BBM dengan nama Kang Encep, termasuk sejumlah media ada di Bogor mendapat pesan yang sama, yakni permintaan peminjaman dana.
Dalam aksinya, hacker mengawali percakapan dengan mengirimkan Ping. Ketika ditanya, ada apa?, "apa yang bisa dibantu?",.Hacker ini menjawab, "lagi dimana?, bisa minta tolong pinjam uang dulu?". Dan berjanji akan diganti besok.
Ketika ditanyakan untuk keperluan apa meminjam uang, hacker menjawab, "ada urusan mendadak harus diselesaikan hari ini". Urusan yang dimaksud adalah keperluan pribadi dan meminjam dana senilai Rp 3 juta.
Terkait nominal uang yang diminta berbeda-beda, sejumlah media lokal di Bogor mengaku telah diminta dana senilai Rp 5 juta. Uang itu diminta ditransfer ke rekening BNI dengan nomor rekening 042-*7*-67*3 atas nama Bpk Meri.
Kepala Bagian Operasi Polres Bogor Kota Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo menjelaskan, tindak kejahatan tersebut paling efektif diungkap dengan cara penjebakan dan tidak mengikuti keinginan hacker untuk mengirim, atau mentransfer uang yang diminta ke nomor rekening yang diberikan.
"Itu modus yang paling efektif dipancing untuk ketemuan baru serahin uangnya, polisi dapat melakukan penangkapan," kata Prasetyo seperti dilansir dari Antara.
Menurut Prasetyo, pihaknya telah melakukan pelacakan terhadap nomor rekening bank yang dikirimkan oleh hacker yang terkonfirmasi berada di daerah Sulawesi.
"Pelaku biasa mobile, tidak menetap di satu wilayah. Terkadang data bank digunakan juga tidak benar alias palsu. Mereka sudah siaga di depan ATM, begitu uang ditransfer oleh korban, langsung diambil tunai," pungkasnya.
(mdk/cob)