Bayi Perempuan Kembar Tiga Lahir di Bali
Tiga anak kembar itu lahir pada Rabu (2/9) kemarin, di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali. Proses kelahiran berlangsung operasi cesar.
Bahagia tengah dirasakan pasangan suami istri bernama I Made Umum (31) dan istrinya Ni Luh Putu Korniati (22) asal Desa Petang, Kabupaten Badung, Bali. Pasutri ini baru saja mendapat tiga anak perempuan kembar.
Tiga anak kembar itu lahir pada Rabu (2/9) kemarin, di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali. Proses kelahiran berlangsung operasi cesar.
"Pasien datang pada pukul 01.40 Wita dengan keluhan keluar air ketuban. Sampai di IGD Kebidanan dilakukan pemeriksaan, didapatkan bayi kembar tiga dengan posisi bayi pertama letak kepala, bayi kedua dan ketiga letak lintang," kata Ni Wayan Murniati selaku Kepala Ruang VK IGD RSUP Sanglah, Kamis (3/9).
"Setelah dilakukan pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 8 sentimeter. Ketuban sudah pecah sehingga dilakukan operasi segera tanpa menunggu hasil rapid test. Bayi kembar tiga yang lahir dalam keadaan sehat," imbuhnya.
Murniati menjelaskan, secara umum pihaknya tidak menemukan kendala yang berarti saat pasien melahirkan. "Saat ini, bayi sudah rawat gabung dengan ibu di Ruang Cempaka Obstetri. Kami sebagai bidan sangat bangga ikut terlibat dalam proses kelahiran bayi kembar tiga yang lahir dalam keadaan sehat dan bisa segera rawat gabung," ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam kasus bayi kembar tiga sangat jarang terjadi dan pihaknya melakukan SC karena si ibu sudah pecah ketuban. "Alasannya, dilakukan pertolongan persalinan secara SC karena pasien sudah mengalami pecah ketuban. Di mana, bayi kedua dan ketiga dalam posisi lintang. Di era pandemi Covid-19, setiap ibu hamil yang akan bersalin, wajib dilakukan pemeriksaan rapid test. Namun, pada kasus ini kami melakukan tindakan SC tanpa menunggu hasil rapid test, di karenakan ada kegawatan daruratan obstetric," ujarnya.
"Setelah selesai tindakan jika hasil test rapid-nya reaktif. Maka pasien akan dilakukan pemeriksaan swab di ruang perawatan. Untuk penanganan pasien ini, kami melibatkan beberapa dokter, yaitu dr Obgyn, dr Anaestesi, dr Anak, dr Paru dan sejawat bidan yang bertugas di ruang Kebidanan IGD," ujar Murniati.
Dia mengatakan, selama tahun 2020 di RSUP Sanglah, sudah menangani kasus bayi kembar tiga sebanyak dua kali. "Selama periode tahun 2020, kami sudah menangani kasus triplet (kembar 3) sebanyak 2 kali," ujar Murniati.
Sementara Ni Luh Putu Korniati mengatakan, saat hamil tidak punya firasat apapun bahwa dirinya akan memiliki anak kembar tiga. "Tidak punya firasat, tahu-tahu waktu di USG ada tiga bayi, umur kandungan 2 bulan. Ada rasa takut sih, karena tiga itu katanya resikonya tinggi buat bayi dan ibunya," ujar dia.
Menurut dia, saat melahirkan tentu takut dan deg-degan. Namun, akhirnya lahir dan selamat dan ia berharap ketiga anaknya kelak bisa membanggakan kedua orangtuanya.
"Saat melahirkan, takut, deg-degan apalagi usia baru 34 minggu. Tapi syukur beratnya bayi semua lumayan semua. Rasanya setelah melahirkan ini plong dan terharu bersyukur bisa lahir bayi lengkap dan anugerah banget buat keluarga," ujarnya.
Namun dia dan suami belum memberikan nama kepada ketiga anaknya. Dia juga sangat berterimakasih kepada pihak RSUP Sanglah, karena pelayanan sangat cepat dan baik.
"Belum ada nama bayi. (Semoga) jadi anak suputri, membanggakan orang tua. Saya, mengucapkan banyak terima kasih pada RSUP Sanglah yang sudah melayani kami dengan sangat baik di pagi buta. Semua sudah melayani saya dengan baik, penangannya cepat dan tangkas," ujar Korniati.
(mdk/gil)