Basarnas Temukan Puing Helikopter Airbus H130 di Hutan Sekadau Kalimantan Barat
Basarnas berhasil menemukan puing yang diduga bagian dari helikopter Airbus H130 PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak di hutan Sekadau, Kalimantan Barat, menimbulkan harapan baru dalam upaya pencarian.
Tim SAR gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menemukan puing yang diduga merupakan bagian dari helikopter Airbus H130 PK-CFX. Penemuan ini terjadi di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis sore, memberikan harapan baru bagi upaya pencarian.
Puing tersebut diidentifikasi sebagai bagian ekor pesawat, terlihat dari udara oleh tim menggunakan helikopter Super Puma TNI Angkatan Udara. Penemuan ini menjadi titik terang setelah helikopter dilaporkan hilang kontak sejak pagi hari, memicu operasi SAR besar-besaran.
Helikopter nahas ini membawa delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, dalam penerbangan dari Melawi menuju Kubu Raya. Dengan ditemukannya puing, proses pencarian dan evakuasi kini difokuskan pada lokasi penemuan tersebut untuk menemukan korban.
Penemuan Puing dan Lokasi Kecelakaan
Wakil Kepala Basarnas Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan, Edy Prakoso, mengonfirmasi penemuan puing tersebut. Tim SAR gabungan melakukan pengintaian udara yang intensif menggunakan berbagai aset untuk mencari keberadaan helikopter yang hilang.
Puing yang diduga kuat adalah bagian ekor helikopter PK-CFX terlihat sekitar pukul 15.25 WIB. Lokasi penemuan diperkirakan sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilangnya kontak pesawat, di area hutan lebat Sekadau.
Informasi penting mengenai penemuan puing ini telah segera diteruskan kepada personel darat. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi akses tim pencari menuju lokasi kecelakaan yang sulit dijangkau dan memulai proses evakuasi yang terkoordinasi.
Kronologi Penerbangan dan Hilang Kontak
Helikopter Airbus H130 dengan tipe H-130T2 ini mengangkut delapan orang dalam penerbangan naas tersebut. Mereka adalah Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai kopilot, serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Menurut kronologi penerbangan yang dirilis, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Tujuan penerbangan ini adalah helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Helikopter dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, sekitar satu jam setelah lepas landas, memicu kekhawatiran serius. Basarnas mencatat posisi terakhir helikopter terdeteksi melalui sinyal darurat berada di dekat Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, yang menjadi fokus awal pencarian.
Upaya Pencarian dan Evakuasi Berkelanjutan
Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan banyak pihak. Tim ini terdiri dari kru pesawat, personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Kantor SAR Pontianak, serta Pos SAR Sintang.
Edy Prakoso berharap proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan lancar dan aman di tengah medan yang menantang. Basarnas berkomitmen penuh untuk melaksanakan operasi SAR seoptimal mungkin dengan bantuan dan koordinasi seluruh personel yang terlibat.
Seluruh pihak memohon doa dari masyarakat agar upaya yang dilakukan membuahkan hasil terbaik dalam menemukan korban dan mengevakuasinya. Keselamatan tim dan kelancaran evakuasi menjadi prioritas utama dalam operasi SAR yang terus berlangsung ini.
Sumber: AntaraNews