Basarnas Kendari Kerahkan Tim Cari Dua Pemancing Tenggelam di Perairan Kolaka
Basarnas Kendari mengerahkan tim penyelamat untuk mencari dua pemancing yang tenggelam dan hilang di perairan Kolaka, Sulawesi Tenggara, setelah perahu mereka dihantam gelombang.
Tim penyelamat gabungan dari Basarnas Kendari saat ini tengah berupaya keras mencari dua pemancing yang dilaporkan hilang di perairan Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kejadian tragis ini bermula ketika perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang kuat secara tiba-tiba. Insiden tersebut menyebabkan enam orang terjatuh ke laut, dengan empat di antaranya berhasil diselamatkan dan dua lainnya masih dalam pencarian intensif.
Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin, mengonfirmasi bahwa kedua pemancing yang masih dalam pencarian adalah Alfito dan Andika, keduanya merupakan warga lokal yang sedang memancing. Laporan mengenai kecelakaan kapal ini diterima pada Minggu malam, pukul 17.30 Wita, dari warga setempat yang menyaksikan atau menerima informasi awal. Pihak Basarnas segera merespons dengan mengerahkan tim dari Pos SAR Kolaka menuju lokasi kejadian tanpa menunda waktu.
Jarak tempuh lokasi kejadian dari Pos SAR Kolaka diperkirakan mencapai 6,21 mil laut, menunjukkan tantangan geografis yang harus dihadapi tim penyelamat dalam upaya pencarian. Proses pencarian dua pemancing yang tenggelam ini melibatkan berbagai unsur dan peralatan canggih untuk memastikan operasi berjalan efektif, cepat, dan menyeluruh di area perairan Kolaka yang luas.
Kronologi Kecelakaan Perahu Pemancing di Kolaka
Peristiwa nahas ini bermula saat enam orang pemancing sedang menikmati aktivitas mereka di perairan Desa Totobo, Kolaka. Tanpa diduga, perahu kecil yang mereka gunakan secara tiba-tiba dihantam oleh gelombang besar yang datang dengan kekuatan tak terduga. Hantaman ini mengakibatkan semua penumpang terjatuh ke laut lepas, menciptakan kepanikan di antara mereka.
Beruntungnya, empat orang pemancing, yaitu M. Surahman, M. Sabrianto, Aswar, dan Pian, berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut. Mereka berjuang mencapai daratan atau area aman terdekat. Keempat korban selamat ini kemudian dengan sigap melaporkan kejadian ini kepada warga yang sedang memancing di jembatan Desa Totobo, menceritakan detail hilangnya rekan mereka.
Mereka menjelaskan bahwa dua rekan mereka, Alfito dan Andika, tidak terlihat setelah perahu terbalik dan tenggelam. Laporan ini menjadi dasar bagi warga untuk segera menghubungi pihak berwenang guna meminta bantuan pencarian. Respons cepat dari masyarakat berperan krusial dalam memulai operasi pencarian pemancing tenggelam ini, menginformasikan Pos SAR Kolaka tentang kebutuhan mendesak.
Melihat kondisi darurat tersebut, warga segera meneruskan informasi penting ini ke Pos SAR Kolaka. Tim penyelamat kini berfokus pada area hilangnya Alfito dan Andika, dengan harapan dapat menemukan mereka secepat mungkin di perairan Kolaka yang luas dan menantang.
Operasi Pencarian Intensif dan Sumber Daya yang Dikerahkan
Menindaklanjuti laporan yang masuk, Basarnas Kendari segera mengaktifkan Tim Penyelamat Pos SAR Kolaka. Tim ini dikerahkan langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan secara intensif. "Kami menerima informasi telah terjadi kecelakaan kapal, yakni satu perahu dengan muatan enam orang yang terjatuh akibat dihantam gelombang, yang mana empat orang dari perahu itu berhasil selamat dan dua orang lainnya hilang," kata Amiruddin, menjelaskan detail awal insiden tersebut.
Dalam upaya mencari dua pemancing yang tenggelam, Basarnas tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi erat dengan berbagai pihak terkait. Operasi ini melibatkan partisipasi aktif dari Staf Ops Basarnas Kendari, Pos SAR Kolaka, Kru RB307, Polair Kolaka, dan PMI Kolaka. Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan memperluas cakupan area operasi secara efektif.
Berbagai alat utama dan pendukung telah dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian ini, memastikan tim memiliki kapabilitas maksimal. Peralatan yang digunakan meliputi mobil penyelamat untuk transportasi darat, perahu karet untuk mobilitas di air, peralatan selam untuk pencarian bawah air, peralatan SAR medis untuk penanganan korban, peralatan SAR evakuasi, peralatan komunikasi untuk koordinasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya yang esensial.
Kelengkapan fasilitas ini menunjukkan keseriusan Basarnas dalam menangani insiden pemancing tenggelam di Kolaka. Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan kedua korban secepatnya, meskipun kondisi perairan seringkali tidak dapat diprediksi.
Sumber: AntaraNews