Basarnas dibantu China lanjutkan pencarian korban AirAsia QZ8501
Kapal Amerika dan Singapura besok mengakhiri misi pencarian.
Badan SAR Nasional (Basarnas) hari ini mengevakuasi dua jenazah baru korban AirAsia QZ8501 yang jatuh di Teluk Kumai, Kalimantan Tengah, total sudah 50 jenazah yang berhasil dievakuasi. Ke depan, operasi pencarian korban akan terus dilakukan dengan dibantu kapal China.
"Jadi kapal China masih dipertahankan, pertimbangannya karena mereka datang baru beberapa hari dari tempat yang jauh. Maka kesempatan masih dikasih sampai nanti dipertimbangkan lagi," Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Soelistyo di Jakarta, Rabu (14/1).
Sedangkan kapal bantuan dari negara lain, seperti Singapura dan Amerika, besok akan mengakhiri misi pencarian. "Karena sudah waktunya," lanjutnya.
Operasi pencarian korban AirAsia tetap berlanjut sampai ada instruksi operasi berakhir. Sebelum itu, operasi akan terus dilakukan dengan mengerahkan kekuatan yang ada, meski jumlahnya berkurang.
"Dengan pertimbangan area pencarian, luasnya cukup diisi oleh sejumlah kapal dan pesawat. Yang penting dari kapal-kapal itu adalah sistem untuk pencarian dan konfirmasinya. Penyelam TNI AL akan gabung dengan yang ada di lokasi dalam tugas penyelaman," ucap Soelistyo.
Baca juga:
Jokowi: Saya senang badan pesawat AirAsia ditemukan
Badan pesawat AirAsia yang ditemukan hanya tinggal 1 sayap
Hari ke-18 Tim SAR temukan 2 korban AirAsia, total 50 jenazah
Kapal AL Singapura temukan badan AirAsia QZ8501 di Laut Jawa
Diganggu ulat bulu, identifikasi korban AirAsia sempat terhenti
Janda pramugara Oscar hamil tua, AisAsia janji penuhi kebutuhan
KNKT: Data FDR dan CVR AirAsia telah diunduh, kualitasnya bagus