Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Janda pramugara Oscar hamil tua, AisAsia janji penuhi kebutuhan

Janda pramugara Oscar hamil tua, AisAsia janji penuhi kebutuhan Parmugara AirAsia dibawa ke Klaten. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemakaman pramugara AirAsia QZ8501, Oscar Desano di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (14/1) dihadiri sejumlah kru dan karyawan maskapai AirAsia.

Komisaris AirAsia Datuk Kamarudin bin Meranun dan Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko juga turut mengiring jenazah dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo menuju rumah duka.

Kepada wartawan, Sunu Widyatmoko mengatakan perusahaannya sangat berduka dengan peristiwa kecelakaan yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura.

"Kami sangat berduka, karena sejumlah karyawan kami juga ikut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut," ujar Sunu usai pemakaman.

Lebih lanjut Sunu mengatakan, pihaknya akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga Oscar Desano, terutama istrinya, Dessy Purbaningrum yang sedang hamil 7 bulan.

"Kami sudah menganggap almarhum sebagai keluarga besar. Perusahaan siap untuk membantu semua kebutuhan keluarga Oscar. Silakan menghubungi perusahaan jika ada yang bisa kami bantu," ucapnya.

Terkait evakuasi, Sunu berharap Badan SAR Nasional masih bisa menemukan korban lain yang hilang. Dia menduga sebagian besar penumpang yang belum ditemukan saat ini masih berada di bodi utama pesawat.

"Kami sangat berharap pemerintah khususnya Basarnas bisa membantu menemukan semua korban. Upaya pencarian korban harus tetap berlanjut meski Flight Data Recorder serta Cockpit Voice Recorder sudah ditemukan," ujarnya.

Sunu memahami bahwa batas waktu pencarian korban dalam suatu bencana atau kecelakaan adalah tujuh hari. Namun batasan tersebut bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. Dia beralasan karena sebagian besar korban hingga saat ini belum ditemukan.

"Kalau hanya melalui operasi patroli rutin melalui permukaan laut akan sulit ditemukan. Kemungkinan korban lain masih bersama badan utama pesawat," tuturnya.

Selain penumpang, kata Sunu, AirAsia masih kehilangan 4 awak pesawat yang belum ditemukan. Kecelakaan pesawat rute Surabaya-Singapura ini menurut dia merupakan kejadian terburuk yang pernah dihadapi. "Kami juga berharap bisa berbuat terbaik untuk keluarga korban," ujarnya.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP