Basarnas Berhasil Evakuasi WNA Ceko yang Cedera di Pantai Kelingking Nusa Penida
Tim SAR gabungan sukses melakukan evakuasi WNA Republik Ceko yang mengalami cedera serius di Pantai Kelingking, Nusa Penida. Insiden ini menyoroti bahaya ombak besar di lokasi wisata populer tersebut.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Bali berhasil mengevakuasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Republik Ceko yang mengalami cedera serius di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Insiden ini terjadi pada Jumat, 10 Januari, saat korban dihantam ombak besar hingga terjatuh di area pantai yang terkenal dengan keindahan tebingnya. Proses evakuasi yang menantang ini melibatkan berbagai pihak dan menyoroti pentingnya kehati-hatian saat berwisata di lokasi ekstrem.
Korban diketahui bernama Martelo Romano, berusia 50 tahun, yang sedang menikmati keindahan Pantai Kelingking sebelum insiden nahas tersebut terjadi. Ia dilaporkan mengalami dislokasi pada bagian pinggul setelah diterjang gelombang laut yang datang secara tiba-tiba. Informasi mengenai kejadian ini diterima Basarnas Bali sekitar pukul 15.40 Wita, memicu respons cepat dari tim penyelamat.
Merespons laporan tersebut, empat personel Unit Siaga SAR Nusa Penida segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Mereka menghadapi medan yang sangat sulit, termasuk tebing curam setinggi sekitar 170 meter dan ratusan anak tangga kayu yang licin. Upaya evakuasi WNA di Pantai Kelingking ini menunjukkan dedikasi tim SAR dalam menghadapi kondisi darurat.
Detik-detik Insiden dan Respons Cepat Basarnas
Martelo Romano, WNA asal Republik Ceko, awalnya sedang berjalan santai di pinggir Pantai Kelingking, menikmati pemandangan alam yang ikonik. Namun, ketenangan tersebut seketika sirna ketika ombak besar datang secara tak terduga dan menghantamnya dengan kuat. Akibat hantaman ombak tersebut, korban terjatuh dan langsung merasakan kesulitan untuk berdiri kembali.
Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, menjelaskan bahwa laporan mengenai WNA yang cedera di pesisir pantai bawah tebing tersebut diterima Basarnas Bali pada sore hari. Tanpa menunda, tim penyelamat segera bergerak untuk memberikan bantuan. Kecepatan respons ini sangat krusial mengingat kondisi korban yang tidak bisa bergerak dan lokasi yang terpencil.
Tim Basarnas menghadapi kendala awal karena kesulitan membawa korban naik tebing melalui anak tangga yang curam. Ketinggian tebing yang mencapai sekitar 170 meter menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan peralatan khusus untuk memastikan keselamatan korban dan tim penyelamat.
Tantangan Medan Evakuasi di Pantai Kelingking
Pada pukul 16.45 Wita, tim Basarnas Bali tiba di Pantai Kelingking dan segera turun menuju area pantai untuk memulai proses evakuasi. Medan yang terjal dan curam menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh tim penyelamat. Untuk mencapai pesisir pantai dari atas tebing, mereka harus melewati ratusan anak tangga kayu yang membutuhkan tenaga ekstra dan kehati-hatian tinggi.
Selama proses evakuasi berlangsung, kondisi cuaca juga tidak sepenuhnya mendukung. Pantai Kelingking dilanda hujan ringan, yang membuat jalur evakuasi semakin licin dan berbahaya. Hujan ini menambah tingkat kesulitan bagi tim SAR gabungan yang harus bekerja cepat di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat. Kondisi ini memperlihatkan kompleksitas operasi evakuasi WNA di Pantai Kelingking.
Meskipun demikian, tim SAR gabungan tidak menyerah dan terus berupaya keras. Mereka bekerja sama secara sinergis untuk mengangkat korban dari lokasi kejadian. Keselamatan korban menjadi prioritas utama, sehingga setiap langkah evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan terencana. Tantangan ini berhasil diatasi berkat koordinasi yang baik antar tim.
Penanganan Medis dan Kolaborasi Tim Gabungan
Proses evakuasi akhirnya berhasil dilaksanakan sekitar pukul 17.35 Wita, setelah tim berhasil membawa korban ke atas tebing. Setelah tiba di puncak, korban Martelo Romano langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Ambulans dari Klinik Griya Medika telah disiagakan dan segera membawa korban ke Klinik Griya Penida.
Menurut keterangan dari tenaga medis, korban Martelo Romano mengalami dislokasi pada bagian pinggul, yang memerlukan penanganan serius. Penanganan cepat ini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan mempercepat proses pemulihan. Kondisi korban stabil setelah mendapatkan pertolongan pertama di lokasi.
Keberhasilan evakuasi WNA di Pantai Kelingking ini merupakan hasil kolaborasi apik dari berbagai pihak. Selain Basarnas, personel dari Polsek Nusa Penida, Balawista Pantai Kelingking Nusa Penida, BPBD Klungkung, tim medis Griya Penida, serta masyarakat setempat dan teman korban turut memberikan bantuan. Sinergi ini menunjukkan semangat gotong royong dalam situasi darurat.
Sumber: AntaraNews