LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Basarnas akan tambah waktu pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba

Basarnas akan tambah waktu pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba. Basarnas akan melibatkan TNI dan Polri dalam operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Selain itu, sejumah alat khusus juga diturunkan.

2018-06-20 22:41:40
Kapal Tenggelam di Danau Toba
Advertisement

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Muhammad Syaugi telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun selama tujuh hari. Namun, apabila selama tujuh hari itu belum mendapatkan hasil yang signifikan maka pihanya akan menambah waktu pencarian.

"Operasi selama 7 hari bila tidak ditemukan tambah 3 hari. Setelah 10 hari tidak ditemukan dan ada kemungkinan ditemukan, akan tambah lagi," kata Syaugi di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/6).

Syaugi pun memastikan bahwa seluruh jajarannya akan bekerja keras menemukan para korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Advertisement

"Kita akan all out, seperti arahan presiden sehingga pencarian korban bisa ditemukan," ucap Syaugi.

Syaugi mengatakan, bahwa pihaknya juga melibatkan TNI dan Polri dalam operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Selain itu, sejumah alat khusus juga diturunkan.

"Kedalaman di lokasi adalah 300-500 meter. Di samping menggunakan penyelam-penyelam, ada alat khusus yang digunakan. Yaitu remote under water vehichle, bisa lihat sampai 300 meter," tandas Syaugi.

Advertisement

Sebelumnya, KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, pada Senin 18 Juni 2018 lalu. Kapal tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Korban yang hilang dilaporkan berjumlah 186 orang. Sebanyak 94 orang sudah teridentifikasi, sedangkan 92 orang belum diketahui identitasnya. Sementara itu, korban tewas dilaporkan menjadi 3 orang. Korban selamat disebutkan berjumlah 18 orang.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sejauh ini belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal. Tim investigasi sudah diturunkan untuk menganalisis kejadian tersebut.

Reporter: Hans Jimenez Salim

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jokowi perintahkan Menhub evaluasi standar keselamatan angkutan penyeberangan
Jokowi minta pencarian korban KM Sinar Bangun dipercepat
Bamsoet minta polisi usut tuntas insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba
Pemerintah diminta tegas tangani kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun
Menhub tegaskan Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba pegang izin resmi
3 Korban tewas KM Sinar Bangun teridentifikasi perempuan
Ibunda ungkap pesan terakhir satu keluarga korban kapal tenggelam di Danau Toba

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.