Banyak kabel Telkom di jalanan Surabaya semrawut
Pihak Telkom mengakui lebih mudah merawat kabel di kompleks perumahan ketimbang di jalanan protokol.
Kabel-kabel Telkom di Surabaya belum sepenuhnya tertata dengan baik. Bisa dikatakan kabel di wilayah tersebut masih berantakan. Oleh karena itu, PT Telkom Indonesia memastikan akan mengganti seluruh kabel yang semrawut tersebut.
"Komitmen Telkom meningkatkan penetrasi broadband untuk mendukung pembangunan Indonesia membuat kami mempercepat penyelesaian infrastruktur termasuk mengganti kabel tembaga," kata General Manager Telkom Surabaya, M Nasrun Ihsan, di Surabaya Rabu (24/2), dikutip Antara.
Nasrun mengatakan, pihaknya akan mengganti kabel tembaga ke fiber optik di hampir 1.000 kawasan, terutama di kompleks perumahan untuk mendukung layanan Telkom berupa 'Indihome triple play'.
Menurutnya, penggantian kabel tembaga ke fiber optik di kawasan perumahan lebih mudah daripada di sejumlah jalan protokol Kota Surabaya.
"Kami kadang merasa sulit mengganti kabel di jalan protokol, sebab ada pekerjaan dari instansi lain di area yang sama. Selain itu di beberapa titik jalan protokol juga sedang dibangun proyek pemerintah kota yang mengakibatkan keberadaan tiang Telkom sudah tidak layak," ujar Nasrun.
Oleh sebab itu, Nasrun mengaku akan menindaklanjuti dengan penggantian tiang baru secara rapi di beberapa sisi jalan protokol. Dia berharap, perbaikan infrastruktur Telkom didukung dengan banyaknya pengguna internet di Surabaya, sebab penduduknya dikenal sangat dinamis.
"Kami harapkan dengan penyediaan infrastruktur bisa mengakomodasi arus komunikasi data dan konten-konten yang bermanfaat bagi perkembangan penduduk di Surabaya," harapnya.
Baca juga:
Demi startup, Telkom buka kantor di Silicon Valley
BUMN ini tambah karakter baru dalam serial Si Unyil
BUMN ini habiskan Rp 600 juta buat satu episode serial Si Unyil
Agustus 2016, Si Unyil kembali beraksi di layar kaca Tanah Air
IndiHome kini pakai kebijakan FUP, kecepatan internet tak lagi bebas
Bos Telkom soal IndiHome: Pelanggan normal tak masalah, kok!
Perkuat UKM dengan hadirkan ahlinya