LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banyak Isu Sesat Soal Tsunami Selat Sunda, BMKG Imbau Pantau 2 Sumber Ini

Aplikasi Magma Indonesia diperlukan karena memuat informasi secara real time tentang aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Apalagi berdasarkan hipotesa sebelumnya, tsunami Selat Sunda dipicu oleh aktivitas vulkanik, bukan gempa bumi tektonik.

2018-12-26 08:05:45
Tsunami Selat Sunda
Advertisement

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengakui situasi bencana kerap diwarnai isu-isu sesat yang dapat menambah kepanikan masyarakat, seperti yang terjadi pasca-tsunami Selat Sunda. Dia pun meminta masyarakat tidak mudah mempercayainya.

Dia pun meminta masyarakat tenang namun tetap waspada terhadap situasi alam. Dia juga mengimbau masyarakat terus memantau informasi yang terpercaya yang dikeluarkan oleh situs resmi BMKG dan Badan Geologi.

"Mohon terus diikuti melalui situs, medsos, atau aplikasi mobile Info BMKG serta aplikasi mobile Magma Indonesia dari Badan Geologi," ujar Dwikorita di Kantor BMKG, Selasa 25 Desember 2018 malam.

Advertisement

Aplikasi Magma Indonesia, kata Dwikorita, diperlukan karena memuat informasi secara real time tentang aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Apalagi berdasarkan hipotesa sebelumnya, tsunami Selat Sunda dipicu oleh aktivitas vulkanik, bukan gempa bumi tektonik.

"Kami menyadari dalam situasi seperti ini selalu muncul isu menyesatkan, maka agar kita tidak bingung, ketika ada isu mohon segera cek situs tadi. Karena ini terkait erupsi vulkanik yang dapat memicu, maka pantau Magma Indonesia," tuturnya.

BMKG sendiri telah mengaktifkan enam alat sensor seismograf agar bisa mendeteksi getaran atau tremor yang diakibatkan aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Alat tersebut sebenarnya hanya digunakan untuk mengukur aktivitas tektonik yang berupa getaran besar, bukan vulkanik yang getarannya kecil.

Advertisement

Namun keenam alat yang mengepung Anak Gunung Krakatau itu telah didesain ulang agar mampu mendeteksi getaran sekecil apapun akibat aktivitas vulkanik. Jika besaran getaran diperkirakan bakal memicu longsor pada dinding kawah gunung, maka BMKG akan mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Baca juga:
Deteksi Tsunami Susulan, BMKG Kepung Gunung Anak Krakatau dengan 6 Seismograf
Polda Banten Kembali Identifikasi 208 Korban Tsunami
Pascatsunami Selat Sunda, 98,7 Persen BTS Telah Beroperasi
Pemprov Jabar Siapkan Rp 2 Miliar Bantuan Bencana Tsunami Selat Sunda
Polisi Berhasil Identifikasi 103 Korban Tsunami di Lampung
Dievakuasi dari atas Gunung, Pengungsi Tsunami Banten Akhirnya Melahirkan
Penelitian: Tsunami Jadi Bencana Paling Merugikan dalam Sejarah

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.