Bantu cari AirAsia, Rusia sesumbar bisa temukan black box
Pesawat amfibi (BE 200) yang dibawa tim Rusia sore ini tiba di Lanud Iskandar Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.
Rusia mengirim bantuan ke Indonesia untuk membantu evakuasi jenazah penumpang dan puing pesawat AirAsia QZ8501. Pesawat amfibi (BE 200) yang dibawa tim Rusia sore ini tiba di Lanud Iskandar Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.
Pantauan wartawan merdeka.com, Efendi Ari Wibowo di lokasi, Sabtu (3/1), pesawat amfibi (B200) tersebut tiba pukul 15.05 Wib. Pesawat itu membawa 40 penyelam ahli dan alat untuk mendeteksi black box (kotak hitam).
"Misi kami temukan black box. Tapi kami bisa menemukan apa saja, karena alat kami canggih," kata Wakil Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Shilin di Lanud Iskandar Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.
Lanjut dia, kedatangan mereka ini untuk koordinasi dengan Basarnas sebelum melakukan pencarian di lokasi keberadaan bangkai AirAsia QZ8501. Tim Rusia pun menunggu perintah dari Basarnas untuk memulai membantu pencarian.
"Satu jam lagi kami pasang alat-alat. Terserah pemerintah Indonesia kapan kami dilibatkan," terang dia.
Selain itu, dia menilai tim yang di bawa ke Indonesia kali ini sangat mumpuni. Mereka pernah ikut serta membantu evakuasi saat bencana tsunami Aceh.
"Kami bisa mencari bahkan sampai puing terkecil di titik paling dalam. Mungkin kami adalah yang terbaik di dunia, mereka adalah ahli-ahli bawah lautan," pungkas dia.
Baca juga:
Pesawat amfibi Rusia siap bantu cari kotak hitam AirAsia
Kemenhub: Tak hanya AirAsia yang pernah langgar jadwal terbang
Cari kotak hitam AirAsia, BPPT siapkan alat canggih
Terbukti abai aturan, Jonan tentukan nasib AirAsia pekan depan
Pilot Senior AirAsia diduga pakai narkoba jenis morfin
Pilot senior AirAsia ketahuan positif pakai narkoba
Penjualan tiket AirAsia di Solo sepi peminat