Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terbukti abai aturan, Jonan tentukan nasib AirAsia pekan depan

Terbukti abai aturan, Jonan tentukan nasib AirAsia pekan depan Tony Fernandes. ©2014 merdeka.com

Merdeka.com - Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia terbukti mengabaikan aturan standar jelang penerbangan. Pihak maskapai baru mengambil laporan kondisi cuaca di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pukul 07.00 WIB setelah pesawat nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura hilang kontak.

Tidak hanya itu, maskapai ini juga tidak selalu memberikan briefing kepada pilot sebelum keberangkatan. Temuan ini didapati saat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melakukan inspeksi mendadak ke kantor operasional penerbangan atau Flight Operation Officer (FOO) AirAsia di Bandara Soekarno Hatta, siang tadi.

Kini, peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 sudah memasuki tahap investigasi. Pemerintah telah mengumpulkan berbagai bahan untuk menentukan apakah maskapai penerbangan asal Malaysia itu layak dijatuhi sanksi atau tidak.

Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi Mustofa menegaskan, pihaknya bakal mengumumkan hasilnya pekan depan. "Untuk sanksi atau tidak, kita umumkan minggu depan," kata Hadi di Jakarta, Jumat (2/1).

Hadi mengakui, temuan Menteri Jonan saat sidak hari ini menjadi salah satu bahan investigasi. Pelanggaran prosedur standar seperti tidak adanya briefing antara pilot dan FOO sebelum penerbangan dan keterlambatan pengambilan data laporan cuaca menjadi bahan evaluasi.

Pihaknya juga mengevaluasi secara keseluruhan standar penerbangan maskapai AirAsia. "Investigasi sedang dilakukan. Termasuk soal tidak ambil data (BMKG) sebelum terbang juga jadi barang investigasi bagi kami. Standar terbang, SOP itu akan jadi bahan bagi kami," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP