Banjir Rob Rendam Jalan RE Martadinata Jakarta Utara, Lalu Lintas Tersendat
Banjir rob kembali melanda Jalan RE Martadinata Jakarta Utara pada Jumat pagi, menyebabkan genangan air dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar Jakarta International Stadium.
Banjir rob atau banjir pesisir kembali merendam ruas Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat pagi. Genangan air ini tepatnya terjadi di depan Jakarta International Stadium (JIS), mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan. Fenomena pasang air laut ini mulai terlihat sejak pukul 08.00 WIB, dengan ketinggian air bervariasi.
Menurut Kepala Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Jakarta Utara, Vitus Dwi Indarto, ketinggian banjir rob di lokasi tersebut berkisar antara 5 hingga 15 sentimeter. Kondisi ini berdampak langsung pada arus lalu lintas di kawasan tersebut, yang terpaksa tersendat karena kendaraan harus melintas secara bergantian untuk menghindari genangan.
Data menunjukkan bahwa pada pukul 08.00 WIB, tinggi muka air di Pasar Ikan mencapai 247 cm, yang menempatkannya pada status Siaga 2. Meskipun demikian, upaya penanganan cepat dilakukan oleh pihak terkait untuk mengatasi genangan air yang mengganggu mobilitas masyarakat di area vital Jakarta Utara ini.
Penanganan Cepat Banjir Rob di RE Martadinata
Genangan air akibat banjir rob di Jalan RE Martadinata bertahan hingga beberapa jam setelah kejadian. Pukul 11.00 WIB, air masih merendam kawasan setempat dengan ketinggian mencapai 15 cm, menunjukkan perlunya intervensi segera. Kondisi ini tentunya menghambat kelancaran perjalanan bagi warga yang melintasi area tersebut, terutama di jam-jam sibuk.
Penanganan efektif dilakukan oleh tim gabungan untuk mempercepat surutnya air. Vitus Dwi Indarto menjelaskan bahwa air akhirnya berhasil surut pada pukul 13.15 WIB. Keberhasilan ini tidak lepas dari penanganan sigap yang melibatkan penggunaan mesin pompa.
BPBD Jakarta Utara berkoordinasi erat dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA). Sudin SDA mengerahkan dua unit pompa apung dan satu pompa mobile ke lokasi. Tim di lapangan langsung melakukan penyedotan banjir secara intensif, memastikan genangan tidak berlama-lama mengganggu aktivitas masyarakat Jakarta Utara.
Pluit Aman dari Banjir Rob Berkat Peninggian Akses Jalan
Berbeda dengan kondisi di Jalan RE Martadinata, kawasan Pluit, khususnya di Jalan Dermaga Ujung, Muara Angke, kali ini tidak terdampak banjir rob. Padahal, wilayah ini kerap menjadi langganan banjir rob dan sempat berada dalam kondisi siaga. Pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, ketinggian muka air di Pasar Ikan bahkan mencapai 257 cm, dengan status Siaga 1.
Vitus Dwi Indarto menyampaikan bahwa tidak ada wilayah di Pluit yang terendam banjir rob, baik di RT 002, RT 005, maupun RT 010 RW 22 Kelurahan Pluit. Ini merupakan kabar baik bagi warga setempat yang biasanya merasakan dampak langsung dari fenomena pasang air laut. Akses warga tetap normal dan tidak terganggu.
Kondisi positif ini disebabkan oleh upaya mitigasi yang telah dilakukan sebelumnya. Akses utama di wilayah Pluit tersebut telah ditinggikan, sehingga mampu menahan masuknya air rob. Petugas dari BPBD terus meninjau lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan memantau potensi perubahan tinggi muka air di wilayah pesisir Jakarta Utara.
- Ketinggian muka air di Pasar Ikan pada pukul 08.00 WIB: 247 cm (Status Siaga 2).
- Ketinggian muka air di Pasar Ikan pada pukul 08.00-10.00 WIB: 257 cm (Status Siaga 1).
- Ketinggian banjir rob di Jalan RE Martadinata: 5-15 cm.
- Waktu air mulai merendam: Pukul 08.00 WIB.
- Waktu air surut total: Pukul 13.15 WIB.
Sumber: AntaraNews