Banjir Jakarta Cepat Surut, Pramono Sebut Kuncinya Ada di Pompa Air
Kecepatan surutnya air disebabkan seluruh pompa DKI diaktifkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut genangan di sejumlah wilayah Jakarta surut sekitar 3-4 jam setelah hujan reda pada Senin (4/5/2026). Menurutnya, kecepatan surutnya air disebabkan seluruh pompa DKI diaktifkan.
“Ketika banjir terjadi, saya sudah langsung memerintahkan untuk semua pompa diaktifkan. Itulah kenapa ketika hujan dari jam 5 sampai jam 8 pagi, relatif dalam waktu 3-4 jam kemudian banjirnya sudah mulai surut,” kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (5/4/2026).
Menurutnya, kecepatan pengoperasian pompa menjadi kunci surutnya genangan di berbagai titik terdampak di Ibu Kota.
Meski begitu, ia mengakui banjir tetap terjadi akibat kombinasi beberapa faktor. Selain curah hujan tinggi, ia menyoroti kondisi saluran air yang tengah dalam proses pengerukan.
“Kenapa banjir ini terjadi? Yang pertama karena curah hujannya memang tinggi. Tapi yang kedua, yang tidak kalah penting adalah pengerukan yang sekarang ini kan sedang dilakukan secara masif di sungai-sungai yang ada, termasuk Krukut, Pesanggrahan, Ciliwung, dan sebagainya,” jelasnya.
Tidak Membuang Sampah Sembarang
Ia juga mengingatkan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air.
“Jadi, dalam kesempatan ini saya juga berharap betul bahwa jangan kemudian ketika tidak ada hujan selama dua minggu, orang buang sampah itu akhirnya menyumbat di beberapa tempat,” kata dia.
Menurut Pramono, penyumbatan tersebut dapat memperparah genangan, bahkan saat intensitas hujan tidak terlalu ekstrem.
“Itulah yang menyebabkan (banjir), walaupun curah hujannya di bawah 200 sedikit, terjadi banjir,” ucap Pramono.